TERNATE KAMI BERSAMAMU

BANDUNG. Rumah Zakat mengirimakan 15.000 paket kornet Superqurban  ke tanah Ternate, di daerah meletusnya Gunung Gamalama Di Maluku Utara. Pengiriman paket ini diberangkatkan dari Jumat (16/12) hingga Selasa (20/12). Tentu diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi di daerah bencana. Sementara itu kondisi terakhir di daerah bencana seperti dikutip dari metrotvnews.com melaporkan bahwa Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), memperpanjang masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Gamalama yang harusnya berakhir pada Kamis (15/12). Sebab, kondisi gunung itu dianggap masih berbahaya. Begitu yang diungkapkan juru bicara Posko Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Gamalama, Sutopo, di Ternate, Kamis.

Tanggap darurat bencana erupsi Gunung Gamalama diperpanjang hingga Senin (19/12). Hal itu diputuskan dalam rapat antara BPBD Kota Ternate, Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama dan berbagai pihak terkait lainnya di Kantor Walikota Ternate, pada petang tadi. Menurut dia, perpanjangan masa tanggap darurat bencana selain mempertimbangkan kondisi Gunung Gamalama yang masih siaga level tiga juga adanya ancaman banjir lahar dingin mengingat Ternate saat ini memasuki musim hujan.

Kalau masa tanggap darurat tidak diperpanjang dan para pengungsi korban erupsi Gunung Gamalama yang jumlahnya 2.456 jiwa dipulangkan ke rumah masing-masing dalam kondisi seperti itu dikhawatirkan akan memunculkan trauma pada para pengungsi. Ia mengatakan, meski masa tanggap darurat bencana letusan Gunung Gamalama diperpanjang, tidak akan menyulitkan BPBD, terutama dalam soal penyediaan bahan makanan untuk para pengungsi, karena stok bahan makanan untuk mereka masih banyak.

Stok beras misalnya, saat ini ada lima ton dan jika habis Bulog setempat siap menambahnya. Bantuan bahan makanan dari berbagai pihak juga terus mengalir ke Posko penanggulangan bencana erupsi Gunung Gamalama. Sejumlah korban pengungsi Gunung Gamalama menanggapi positif atas perpanjangan masa tanggap darurat. Mereka memang masih takut untuk kembali ke rumah masing-masing walaupun sebenarnya sudah tak betah di tempat pengungsian. “Gunung Gamalama masih berstatus siaga level III dan banjir lahar dingin masih mengancam jadi bagaimana kami berani kembali ke rumah,” kata Abidin, salah seorang pengungsi di Posko penampungan pengungsi di eks kantor Gubernur Malut.

Gunung Gamalama setinggi 1700 meter dari permukaan laut merupakan salah satu dari lima gunung api yang masih aktif di Malut. Gunung ini pernah meletus pada 2003 dan mengakibatkan seluruh wilayah Ternate tertutup abu vulkanik selama lebih dari sepekan. ***

Newsroom/Judi Koesnandar/metrotvnews.com

Bandung

Tags :
Donation Confirmation