[:ID]ANAK JUARA RZ TUMBUHKAN KEBIASAAN RAJIN MENABUNG[:en]RZ’S FOSTERED CHILDREN LEARN TO HAVE A SAVING[:]

[:ID]ANAK JUARA RZ TUMBUHKAN KEBIASAAN RAJIN MENABUNGBANDAR LAMPUNG. Pada (29/01) sebanyak 22 anak juara wilayah pembinaan Sukabumi, Bandar Lampung melakukan pembinaan. Kali ini tema pembinaannya adalah “Bang, Bing, Bung, Nyook Kita Nabung”.

Anak-anak membuat sendiri celengan. Mereka menggunakan karton yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan celengan. Celengan yang berbahan dasar karton tebal itu berukuran panjang 30 cm dan berdiameter ± 9 cm dilapisi oleh kertas kado dengan berbagai gambar kartun menarik, seperti princess, Ben 10, Doraemon, dan gambar lainnya.

“Saya sering menemukan anak-anak seusia sekolah suka sekali jajan, untuk itu, pembinaan kali ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak anak-anak agar menabung, berapapun yang bisa ditabung.” Ucap Ezza sebagai pemateri.

“Menabung juga banyak sekali manfaatnya, diantaranya ada uang aman saat ada keperluan penting suatu hari nanti, membiasakan hidup hemat karena boros adalah temannya setan, bisa untuk beli kebutuhan yang kita perlukan nanti, misal ingin beli sepeda, baju bagus, atau HP yang bagus, atau bisa untuk haji dan umrah kalo sudah banyak.” ucap Ezza saat menerangkan kepada anak-anak.

“Jadi, siapa yang mau menabung??” semua anak menunjuk tangan dan berkomitmen untuk menabung mulai saat itu. Ada yang 1.000 per hari, 2.000, 3.000, dan 5.000, yang penting harus konsisten.

“Uang jajan sekolah saya Rp 5.000, Rp 2.000 untuk ongkos naik angkot, Rp 1.000 untuk jajan di sekolah, dan insya Allah Rp 2.000 akan saya tabung”, ucap Nurwahyuningsih usai menyelesaikan pembuatan celengannya.

Newsroom/Yanyan Budiman
Bandar Lampung[:en]

ANAK JUARA RZ TUMBUHKAN KEBIASAAN RAJIN MENABUNGBANDAR LAMPUNG. On Sunday (1/29) 22 Juara children of Sukabumi area, Bandar Lampung attended mentoring activity. This time the theme of mentoring is “Bang, Bing, Bung, Nyook Kita Nabung”.

Children make their own piggy bank. They use used cardboard to be used as a piggy bank. Piggy bank made from thick cardboard base measuring 30 cm long and 9 cm in diameter ± coated wrapping paper with various interesting cartoon images, such as princess, Ben 10, Doraemon, and other images.

“I often find school age children love to snack, for that, this time coaching aims to educate and encourage children to save, whatever can be saved.” Said Ezza as presenters

“Saving money is also has a lot of benefits, such the money is safe when there is important need someday, get used to live frugally as wasteful are friends of demon, could be to buy the needs that we need later, for example, wanted to buy a bike, good clothes, or nice hand phone, or the saving can be used for Hajj and Umrah if you save lots of you money” said Ezza explained to children.

“So, who wants to save money?” all children raised their hand and are committed to save their money at that time. Children save the money started from 1,000 per day, 2,000, 3,000, and 5,000, the important matter is to be consistent.

“My school pocket money is Rp 5,000, Rp 2,000 for transportation, Rp 1,000 for school snacks, and Insya Allah I’ll use Rp 2,000 for saving” said Nurwahyuningsih after completing her piggy bank.

Newsroom/Yanyan Budiman
Bandar Lampung

[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia