[:ID]ATASI MASALAH SAMPAH, BANJARANYAR OPTIMALKAN BANK SAMPAH[:en]OVERCOME TRASH PROBLEM, BANJARANYAR OPTIMIZE TRASH BANK[:]

[:ID]TEGAL. Banjaranyar adalah desa padat penduduk yang terletak di Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Sekira 8.086 jiwa memadati desa yang terdiri dari lima RW ini.

Penduduk yang banyak ditambah belum adanya kesadaran masyarakat
akan pentingnya kebersihan lingkungan, memunculkan masalah baru yaitu sampah yang volumenya terus bertambah tanpa bisa dikendalikan.

Melihat realitas yang ada, Rumah Zakat melalui Fasilitator Desa Berdaya untuk Banjaranyar bersama masyarakat terus melakukan optimalisasi peran bank sampah dalam rangka mengatasi masalah sampah yang volumenya semakn sulit untuk dikendalikan.

“Saat ini kami terus melakukan sosialisasi program bank sampah ke masyarakat. Pertama, untuk memperkenalkan apa itu bank sampah. Kedua, menyampaikan program bank sampah. Dan ketiga, mengajak masyarakat untuk memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk kemudian ditabung di bank sampah” terang Miska, Fasilitator Desa Berdaya saat mendampingi kader penggerak bank sampah
saat proses pemilahan, Ahad pagi (14/01).

Dari upaya yang dilakukan Miska, hasilnya kini terlihat masyarakat semakin giat untuk menabung sampah.

“Alhamdulillah masyarakat semakn giat untuk menabung. Bahkan di sini, kader penggerak tidak tinggal diam menunggu masyarakat menabung, namun kami juga “jemput bola” untuk mengajak masyarakat yang belum tersadarkan” Imbuh Miska

Newsroom/ Dani Suhardi
Tegal[:en]TEGAL. Banjaranyar is a densely populated village located in the Balapulang District, Tegal regency. Approximately 8086 souls crowded the village consisting of five RWs.  Great population and the absence of public awareness of the importance of environmental hygiene, raises a new problem of waste in volume continues to grow without being controlled.

Looking at the existing reality, Rumah Zakat through the Empowered Village Facilitator of together with the community continues to optimize the role of trash banks in order to solve the garbage problem whose volume is difficult to be controlled.

“Currently we are continuing to socialize the trash bank program to the community. First, to introduce what is trash bank. Second, socialize Trash Bank program. And thirdly, invite people to sort out the garbage which has economic value to be saved in trash bank ” Miska Said, Empowered Village Facilitator while assisting the cadre of trash bank during the sorting process, Sunday morning (14/01).

From Miska’s efforts, now the public begin to save the garbage to the trash bank.

“Alhamdulillah people are keen to save the garbage at the trash bank, the trash bank cadres does not stay idly waiting for the people to save, but we also go directly to invite people who have not aware of this” added Miska

Newsroom / Dani Suhardi

Tegal[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia