BANK SAMPAH BLIGO MENJAGA SUNGAI MATARAM TETAP BERSIH


MAGELANG.
Bank Sampah di Desa Bligo binaan Rumah Zakat terbentuk berdasarkan dari keresahannya terhadap sampah yang sudah menumpuk di Sungai Mataram. Kebiasaan warga membuang sampah ke sungai sulit untuk dicegah. Hal ini menyebabkan Sungai Mataram yang berlokasi dekat dengan pemukiman warga hampir meluap.

“Melihat kondisi Sungai Mataram yang hampir meluap itu, kami merasa bahwa ini adalah permasalahan serius yang harus segera mendapatkan penanganan. Maka, sejak Mei 2016, kami mulai membentuk Bank Sampah Beriman dan mulai lakukan sosialisasi kepada warga mengenai program Bank Sampah ini,” papar Wimbo fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat.

Meski sulit, namun kini masyarakat mulai merasakan manfaat dari adanya Bank Sampah di wilayah mereka. Bahkan nasabah Bank Sampah tidak hanya terdiri dari perseorangan melainkan beberapa instansi seperti PAUD, hasil sampah di Kantor Desa, Kelompok PKK, dan kantor percetakan di wilayah Desa Bligo. Karena itulah mereka pernah memanen hingga 1 kuintal kertas dari instansi-instansi tersebut.

“Alhamdulillah adanya Bank Sampah ini, manfaatnya sudah bisa terasa oleh semua kalangan. Lingkungan di sini lebih bersih, masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitarnya,” ujar Ambar, Kepala Dusun Benteng.

Adanya Bank Sampah Beriman di Bligo, juga mendukung wacana pembentukan Desa Wisata di sana. Ini merupakan pemikiran jangka panjang dari para pengurus Bank Sampah untuk membangun Desa Wisata agar terbebas dari permasalahan sampah.

“Ketika kita membangun sebuah Desa Wisata, maka mau tidak mau permasalahan sampah juga akan segera kita temui. Tapi dengan adanya Bank Sampah ini, maka kita sudah tidak bingung lagi menghadapi permasalahan sampah di Desa Wisata nanti,” ujar Wimbo.

Newsroom/ Lailatul Istikhomah 

Magelang 

Tags :
Konfirmasi Donasi