BANK SAMPAH MAMPU RANGSANG MASYARAKAT UNTUK PEDULI LINGKUNGAN

RZ LDKO CilegonBALIKPAPAN. (28/04). Sampah merupakan masalah besar yang selalu ada di setiap kota, terutama sampah plastik yang banyak memberikan dampak negatif kepada lingkungan perkotaan tetapi juga pedesaan. Sampah adalah material sisa yang sudah tidak kita inginkan dan sisa ini biasanya merupakan sisa dari suatu proses atau kegiatan yang dianggap tidak bisa di pakai lagi. namun bila kita jeli sampah juga bisa menghasilkan uang dengan cara memilah milih sampah sesuai dengan jenisnya. Diantaranya sampah organik dan non organik.

Bank Sampah RAMLI (RAMah LIngkungan) yang berada diwilayah ICD Manggar merupakan suatu kegiatan penanganan sampah dimana ICD Fasilitator merangsang masyarakat untuk turut ambil bagian didalamnya. Masalah sampah masalah klasik yang harus kita hadapi. Masyarakat yang pasif tidak di beri insentif.

Pada Bank Sampah masyarakat diminta untuk ikut serta mengumpulkan dan menyetorkan sampah rumah tangganya dengan telah memilah yang mana sampah organik dan non organik kemudian di setorkan kepada bank sampah untuk di timbang dan di daur ulang kembali kepada investor pengepul sampah. Hasil penjualan sampah berupa nominal uang dikembalikan kepada masyarakat penyetor sampah.

Pengolahan Sampah dengan daur ulang adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah sampah. Sampah sampah yang telah di pilah tadi dikumpulkan. Sampah Plastik di bawa kembali ke pabrik plastik untuk dijadikan barang baru. Demikian juga dengan sampah logam dan gelas masih bisa di daur ulang menjadi bahan baru. Sedangkan sampah organik bisa dijadikan pupuk.

“Dengan cara seperti itu, kita dapat mengurangi adanya sampah dan mendapatkan tambahan rezeki, hidup sehat, bersih dan sejahtera. Ayo pilih sampah untuk lingkungan lebih baik dan hidup lebih sejahtera,” ujar ICD Fasilitator Manggar, Dewi Wulandari.***

Newsroom/Yosef Firmansyah
Balikpapan

Tags :
Konfirmasi Donasi