[:ID]DENGAN MENGUNAKAN HELIKOPTER, TNI DAN TIM MEDIS RUMAH ZAKAT EVAKUASI PASIEN PATAH TULANG DI PERMUKIMAN GUNUNG TOROMPUPU[:en]BY USING HELICOPTERS, RUMAH ZAKAT ARMY AND MEDICAL TEAMS TO EVACUATE BROKEN BONE PATIENTS IN TOROMPUPU MOUNTAIN[:]

[:ID]SIGI. (21/10) Bersama TNI, tim medis Rumah Zakat dengan sigap membantu melakukan evakuasi pasien perempuan yang patah tulang dari permukiman pegunungan Torompupu menuju Rumah Sakit Palu. Permukiman terpencil yang terletak di desa Bolah papu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi merupakan permukiman yang hanya memiliki satu jalan akses yaitu menelusuri jalan pegunungan.

Kondisi jalan yang sangat ekstrim membuat akses menuju wilayah permukiman di gunung torompupu sangat sulit dijangkau. Longsor pun bisa terjadi tanpa waktu yang dapat diperkirakan.

“Longsor seperti ini sudah biasa, tetapi setelah gempa kemaren (28/09) longsor semakin sering. Membutuhlan waktu 3- 5 hari agar dapat diakses kembali, itupun jika ada alat berat yang segera diturunkan.“ ucap Pak Suhaid, salah satu warga desa.

Kondisi kaki pasien yang harus segera di obati serta tidak memungkinkan untuk akses jalur darat karena tertutup lonsor di malam sebelumnya, maka dengan sigap tim medis Rumah Zakat menawarkan diri untuk membantu evakuasi. Helikopter merupakan jalan satu satunya untuk mengevakuasi korban agar segera bisa ditangani.

“Setelah menelusuri sekitar lebih dari 2 km terdapat 11 titik yang telah terjadi longsor. Perjalanan penelusuran tidak mungkin dilakukan mengingat titik longsor terakhir memiliki panjang sekitar 200 meter dan sangat curam. Sementara kondisinya, longsor masih mungkin terjadi “ ucap Pak Oscar selaku salah satu tim Rumah Zakat.

Perjalanan dari titik gunung sampai kawasan permukiman memerlukan waktu 1, 5 jam menggunakan mobil dengan kecepatan rata rata 20 km/jam, sehingga diperkirakan panjang perjalanan menuju lokasi aman longsor sekitar 20 KM.

Hingga saat ini, setelah memberikan bantuan 3 orang anggota tim medis Rumah Zakat telah kembali ke kota Palu Kota sementara 9 orang lainnya masih terjebak permukiman di atas gunung dan belum dapat kembali ke Palu.

“Mohon doanya kepada sahabat semua, semoga kita bisa segera kembali ke Palu,” ujar Hesti, Relawan Rumah Zakat

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]SIGI (21/10) Together with the TNI, Rumah Zakat’s medical team swiftly helped evacuate broken female patients from the Torompupu mountain settlement to Palu Hospital. Remote settlements located in Bolah Papu village, Kulawi Sub-district, Sigi Regency are settlements that only have one access road which is tracing the mountainous road.

Very extreme road conditions make access to residential areas on Mount Torompupu very difficult to reach. Even landslides can occur without unpredictably.

“Landslides like this are common, but after the earthquake yesterday (28/09) landslides have become more frequent. It takes 3-5 days to be accessed again, even then if there is heavy equipment that is immediately taken down,” Pak Suhaid said, one of the villagers.

The condition of the patient’s legs that must be treated immediately and not possible to access the land route due to landslide in the previous night, the Rumah Zakat medical team swiftly offered to help evacuate. Helicopters are the only way to evacuate victims so the patient can be handled immediately.

“After tracing around more than 2 km there were 11 points that had been landslides. The search trip is not possible considering the last landslide point has a length of about 200 meters and is very steep. While the condition, landslides are still possible “said Oscar as one of Rumah Zakat team.

The journey from the mountain point to the settlement area takes 1, 5 hours using a car with an average speed of 20 km / hour, so it is estimated that the length of the trip to the safe location is about 20 KM.

Until now, after giving assistance 3 members of Rumah Zakat’s medical team had returned to Palu City while 9 other people were still trapped in the settlements on the mountain and could not return to Palu.

“Please pray to all friends, hopefully we can return to Palu soon,” said Hesti, Volunteer of the Zakat House

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia