RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN DI WONOSOBO

WONOSOBO. Rumah Zakat melalui Amil Tanggap Bencana menyalurkan bantuan logistik bagi korban longsor dan banjir bandang di dusun Sidorejo Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, Selasa (20/12). Bantuan logistik yang dipusatkan untuk 530 jiwa (474 Dewasa, 56 Anak) pengungsi di posko pengungsi Balai Desa Tieng disambut dengan antusias oleh warga dan tim satkorlak setempat.

Bantuan terdiri dari 495 Kg beras, 100 liter minyak goreng, 100 lembar selimut, 50 pcs tikar, 2 lembar terpal, 50 kg gula pasir, 60 buah popok bayi, 20 dus susu bayi, The, Kopi, roti, jajanan anak, dan 200 kaleng Superqurban Garuda Indonesia. Ke-530 jiwa tersebut merupakan bagian dari total 554 jiwa pengungsi di posko utama, sisanya memilih mengungsi di hunian sementara yang tidak jauh dari posko utama.

Hingga berita ini ditulis Selasa (20/12) Jumlah korban yang ditemukan meninggal sebanyak 11 orang, beberapa bagian jenazah tubuhnya tidak lengkap. 7 orang luka berat, 5 orang luka ringan dan belum ditemukan 2 orang. Pencarian diteruskan dengan area yang lebih luas karena hingga kemarin saja, beberapa korban ditemukan sudah mendekati aliran sungai Serayu, Banjarnegara. Suwartin selaku komandan tanggap bencana Wonosobo Rumah Zakat mengatakan bahwa bantuan untuk evakuasi korban sudah cukup memadai dari BASARNAS, Ormas Islam, Lembaga Sosial, bahkan Partai banyak menerjunkan tim evakuasinya.

Adapun data kerusakan yang berhasil dihimpun adalah 13 rumah hanyut, 7 rumah rusak berat, 7 rumah tidak layak huni, dan 1 TPA rusak parah. Hingga malam tadi, tim SAR dan SATKORLAK setempat terus melakukan upaya pendekatan untuk mengungsikan sebagian penduduk yang masih tinggal di radius rawan longsor. Kemungkinan longsor masih tinggi manakala daerah lereng tersebut turun hujan lebat dengan durasi lebih dari 4 jam. Sampai saat ini, bantuan sarana MCK, Selimut dan Alas Tidur, popok bayi, makanan bayi, dan logistik umum masih sangat diperlukan. Tim Tagana setempat telah memperhitungkan kebutuhan pengungsi hinga 20 hari setelah kejadian.

Demografi Lokasi

Desa Tieng, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah terletak 17 Km dari kota Wonosobo kearah pegunungan Dieng. Berpenduduk 4400 jiwa, daerah ini sangat diunggulkan dalam pencapaian PAD Wonosobo karena merupaka daerah penghasil kentang kualitas tinggi. “Berat kentang unggulan bisa mencapai hampir 1 Kg per butir,” ujar Daryanto yang ditemui saat penyaluran bantuan. Hasrat percepatan penghasilan dari tanaman kentang, membuat beberapa warga membuka lahan dengan cara menggunduli hutan di lereng-lereng pegunungan Dieng. Akibatnya, saat musim hujan ancaman longsor menjadi tidak terelakkan.

Bupati Wonosobo Kholiq Arief yang sempat hadir saat Tim ATAB melakukan pencarian data kemarin sore mengatakan bahwa becana ini akan terus mengancam warga di lereng Dieng selama tidak ada kepedulian warga terhadap lingkungan. “Semoga dengan bencana ini membuat warga tersadar,” harap Kholiq Arief. ***

Newsroom
/ M. Zahron dan Suwartin

Wonosobo

Tags :
Donation Confirmation