HARTA PENUH BERKAH ABDURRAHMAN BIN AUF

Satu hari di Kota Makkah, Imam Sufyan Ats Tsauri saat sedang tawaf mengelilingi Ka’bah, ia mengaku pernah melihat seorang laki-laki bertawaf sembari berdoa: Allahumma qinni syuhha nafsii. Kemudian, Sufyan Ats Tsauri berkata kepada laki-laki tersebut: ‘Jika saja diriku terselamatkan dari sifat ‘syuh’, tentu aku tidak akan mencuri harta orang, aku tidak akan berzina dan aku tidak akan melakukan maksiat lainnya’. Laki-laki yang berdo’a tadi ternyata adalah ‘Abdurrahman bin Auf RadhiyAllahu ‘Anhu, seorang sahabat yang mulia. (Dibawakan oleh Ibnu Katsir pada tafsir Surah Al Hasyr ayat 10).

Abdurrahman bin Auf RadhiyAllahu ‘Anhu, salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang paling kaya diriwayatkan seorang yang sangat dermawan. Namun, kedermawanannya tidak menutupi Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu untuk berdoa agar dijauhi dari sifat kikir.

Kedermawanan Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu terus berlanjut ketika ikut hijrah ke Madinah. Ketika hijrah, semua sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meninggalkan seluruh hartanya di Mekkah, termasuk Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu. Kecakapannya dalam berdagang ditambah sikap dermawannya, membuat Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu mudah kembali dititipkan rezeki yang berlimpah di Madinah.

Seperti yang terjadi suatu siang. Madinah saat itu sedang ramai. Para pedagang di pasar meninggalkan dagangnnya untuk berbondong-bondong menuju jalan raya melihat kedatangan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf RadhiyAllahu ‘Anhu. Di sana 700 ekor unta lengkap dengan barang dagangan yang diangkut di punggungnya memasuki Kota Nabi.

Keriuhan itu mengagetkan Ummul Mukminin Aisyah RadhiyAllahu ‘Anha yang pada saat itu sedang menyampaikan hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Aisyah lantas berkata: “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya bagi Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat nanti. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf RadhiyAllahu ‘Anhu akan masuk surga sambil merangkak.”

Seorang sahabat berlari mencari Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu untuk mengabarkan berita gembira itu. Mendengar kabar itu, Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu segera menemui Aisyah RadhiyAllahu ‘Anha. “Wahai ibunda, apakah ibunda mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?” Jawab Aisyah, “Ya aku mendengar sendiri.”

Kabar itu membuat Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu hampir melompat karena saking gembiranya. Ia lantas berkata kepada Aisyah, “Seandainya sanggup, aku akan memasukinya sambil berjalan. Wahai ibunda, saksikanlah, seluruh unta lengkap dengan barang dagangan di punggung masing-masing, aku dermakan untuk fi sabilillah.”

Kabar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu lantaran Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu termasuk sahabat Nabi yang tak pernah ragu menyumbangkan hartanya untuk kepentingan dakwah Islam. Karenanya, tidak salah jika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyatakan jika Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu masuk surga dengan merangkak. Ditafsirkan yang dimaksud Abdurrahman merangkak itu bukan karena sulitnya ia masuk surga, akan tetapi karena sangat dekat dan mudahnya, sehingga ia tidak perlu lagi berjalan, cukup dengan merangkak saja.

Kedermawanan Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu juga tercatat ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam masih hidup. Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyerukan berjuang dengan harta, Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu langsung menyambutnya. Ia bergegas pulang dan membawa 2.000 dinar kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

“Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, aku mempunyai 4.000 dinar. Dan, 2.000 dinar aku pinjamkan kepada Allah dan 2.000 dinar untuk keluargaku.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menerimanya sambil bersabda: “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu, terhadap harta benda yang kamu berikan, dan semoga Allah memberkahi pula harta yang kamu tinggalkan untuk keluargamu.”

Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengumumkan biaya Perang Tabuk, Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu pun bergegas menyerahkan 200 uqiyah emas. Satu uqiyah setara dengan 31,7475 gr emas.

Melihat kejadian itu, Umar bin Khattab RadhiyAllahu ‘Anhu berbisik kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Agaknya Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu berdosa tidak menyisakan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”

Ketika Rasul shallallahu alaihi wasallam menanyakan hal itu kepada Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu, ia menjawab, “Untuk mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang saya sumbangkan. Yakni, sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.”

Usai kabar dari Ummul Mukminin Aisyah RadhiyAllahu ‘Anha, Abdurrahman bin Auf RadhiyAllahu ‘Anhu semakin dermawan. Semangatnya kian meninggi dalam mengorbankan hartanya di jalan Allah. Abdurrahman RadhiyAllahu ‘Anhu pernah menyumbangkan 40 ribu dinar, 500 ekor kuda, dan 1.500 unta untuk para pejuang dan membagikan 400 dinar kepada setiap veteran Perang Badar yang masih hidup.

sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia