[:ID]HATI-HATI MENGAJARKAN ANAK POLA MAKAN SEHAT[:en]CAREFULLY, EDUCATE YOUR CHILDREN ABOUT HEALTHY DIET [:]

[:ID]anak-makan-sehat-_160315073731-999Menjadi ibu yang mengawasi pola makan anak dengan ketat kerap menimbulkan rasa kepuasan. Hal itu karena telah berhasil memastikan keluarga mendapat asupan makanan yang baik sehingga seluruh anggota keluarga selalu sehat.

Akan tetapi, menurut pendiri Nourish Schools Washington Casey Seidenberg, hal itu tidak sepenuhnya baik. Pendidik gizi itu mengaku memiliki pengalaman menjejali keluarganya dengan makanan-makanan sehat seperti beras quinoa dan kale. Ia pun kerap berbicara tentang gizi dan menggunakan waktu makan sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak tentang makanan sehat.

“Makan tidak lagi menyenangkan. Kegiatan itu menjadi pelajaran,” ujar Seidenberg seperti dikutip Independent.

Ia mengaku, dampak dari pola asuh tersebut menyebabkan anak menjadi pemilih dan berusaha memastikan makanannya sehat. Menurutnya, memberikan pengetahuan tentang makanan yang bisa membantu anak tumbuh dan makanan yang perlu dikonsumsi seperlunya adalah hal bermanfaat. Akan tetapi, upaya untuk memaksakan anak memakan makanan sehat dan membuang makanan tidak sehat perlu dikoreksi.

Seidenberg mengatakan, orang tua perlu fokus mengajarkan anak menjadi pemakan independen. Artinya, anak bisa menjaga hubungan sehat dengan makanan. “Contohnya, anak bisa menjaga untuk tidak makan gula berlebih dan bisa menikmati makanan apa pun tanpa pengawasan orang tua,” ujarnya.

Ia mengatakan, anak yang kerap diatur akan merasa selalu diawasi dan dihakimi. Hal itu pun bisa memicu konflik yang tidak diperlukan dalam dinamika hubungan orang tua dan anak.

Sumber: republika.co.id[:en]anak-makan-sehat-_160315073731-999A mother who oversees children diet strictly often creates a feeling of satisfaction. That’s because mother has managed to make sure the family gets a good food intake so that the whole family is always healthy.

However, according to the founder of Nourish Schools Washington Casey Seidenberg, it is not entirely good. The nutrition educator claimed to have experience stuffed his family with healthy foods such as quinoa rice and kale. He often talked about nutrition and the use mealtimes as an opportunity to teach children about healthy foods.

“Eating is no longer fun. The activity was a lesson, “Seidenberg said as quoted by the Independent.

 

He admitted that the impact of parenting that cause children to be selective and try to ensure that his or her food is healthy. According to him, provide knowledge about foods that can help children grow and the food needs to be consumed as needed is a helpful thing. However, attempts to force a child eat healthy foods and get rid of unhealthy food needs to be corrected.

 

Seidenberg said, parents need to focus on teaching children to become independent eaters. This means that children can maintain a healthy relationship with food. “For example, children can take care not to eat too much sugar and can eat anything without parental supervision,” he said.

 

He said the children were often set to be felt constantly watched and judged. It can trigger a conflict which is not required in the dynamics of the relationship of parents and children.

 

Source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia