HUKUM MEWAKAFKAN HARTA WARISAN

Diceritakan ada orang tua yang sudah berusia lanjut. Semasa hidupnya ia berpesan setelah meninggal dunia ia akan mewakafkan seluruh hartanya kepada sebuah yayasan. Padahal orang tua tersebut mempunyai 2 orang anak sebagai ahli waris.

Apakah boleh berwasiat untuk mewakafkan seluruh hartanya tanpa memberikan hak ahli waris?

Menurut UU RI No 41 tahun 2004 tentang wakaf, harta benda wakaf yang diwakafkan dengan wasiat paling banyak 1/3 (satu pertiga) dari jumlah harta warisan setelah dikurangi dengan utang pewasiat, kecuali dengan persetujuan seluruh ahli waris. Wakaf dengan wasiat dilaksanakan setelah pewasiat meninggal dunia. Penerima wasiat bertindak sebagai kuasa wakif dan harus mengamalkan wakaf sesuai wasiat yang ditinggalkan. Apabila ia mangkir maka pengadilan berhan memerintahkan penerima wasiat untuk melaksanakan wakaf sesuai wasiat.

Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh Sa’d bin Abi Waqash. Suatu saat Sa’d bin Abi Waqash meminta izin kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam untuk mewasiatkan dua pertiga hartanya, Beliau berkata, “Tidak boleh.” Lalu Sa’d berkata lagi, “Kalau begitu sepertiganya.” Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Sepertiganya. Sepertiga itu cukup banyak. Sesungguhnya jika engkau meninggalkan para ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga meminta-minta kepada orang lain.”

Nantikan selalu update terbaru dari kami hanya di sini ya dan jangan lupa kunjungi instagram Gelombang Wakaf di @gelombangwakaf

Gelombang Wakaf, gerakan kebaikan bagian dari Rumah Zakat dan Rumah Wakaf.

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia