IMA INGIN MENJADI PENGUSAHA BATIK

BANDUNG. Sudah lebih dari 30 tahun Marieum (52) tinggal di Bandung. sejak saat itu pula ia mulai berprofesi sebagai tukang jamu gendong yang diwariskan secara turun temurun. Ke datangannya dari Solo ingin mencari penghidupan yang lebih baik, dari hasil jualan jamunya itu ia belikan sepetak tanah untuk dibangun rumah di daerah Sukajadi.

Mareim menikah diusia 25, dan dikaruniai 2 orang anak, meski pun pekerjaan suami tidak menentu dan banyak menghabiskan waktu dirumah tanpa penghasilan yang jelas., namun Mariam berhasil menyekolahkan anak pertamanya hingga Sarjana (S1) di Universitas Pendidikan Indonesia dari hasil jualan jamu gendong.

Keadaan ekonomi sekarang ini dirasakan kurang menguntungkan. Berkurangnya pelanggan jamu menjadi permasalahan utama bagi Marieum. Terlebih ia masih memiliki anak bungsunya yang baru masuk sekolah SMP yang perlu biaya tidak sedikit.

Sejak putri bungusnya, Ima Ratiwi (13) masuk kelas IV SD, ia mencoba mencari bantuan ke sejumlah lembaga untuk mendapat bantuan beasiswa anaknya. Dan ia pun mengajukan ke Rumah Zakat, tidak harus menunggu lama, Ima akhirnya bisa bergabung dengan Anak Asuh Rumah Zakat.

Sudah  tahun Ima mendapat beasiswa setiap bulannya, beasiswa yang didapat setiap bulannya ini dirasakan bisa membantu biaya untuk sekolah. “Saya sudah tidak memikirkan lagi baiya bulanan anak saya,” ujar Marieum dengan rasa haru.

Keseharian Ima Ratiwi, siswa yang suka main basket ini bahkan pernah menjuari kejuaran lomba antar sekolah, tidak terlalu merepotkan ibunya. Seolah ia pun tahu dengan kondisi orang tuanya, tidak banyak keinginan yang tidak perlu, namun meski demikian ia tidak pernah merasa minder bergaul dengan teman sebayannya yang lebih mampu.

Sekarang Ima tercatat sebagai siswa SMP 3 Pasundan Bandung. Cita-citanya hanya satu yakni menjadi Pengusaha Batik. Kecintaannya akan batik sudah disadarinya sejak sekolah dasar. “Kalau pulang mudik ke Solo, mamah suka belanja batik dan saya suka ikut menjualnya disini,” tutur Ima penuh bangga.

Ima tidak sendiri. Dia bersama ratusan teman lainnya menjadi anak yang beruntung bisa menjadi anak asuh Rumah Zakat. Selain mendapat Beasiswa Ceria yang diberikan setiap bulannya, Ima pun mendapat pendampingan oleh kakak mentornya setiap mengambil beasiswa. Beasiswa Ceria ini terselenggara atas kerjasama Bank Saudara dan Rumah Zakat ***

Newsroom/Yudi JulianaRegional JABAR

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia