JANGAN SEPELEKAN INSOMNIADO NOT UNDERETIMATE INSOMNIA

insomniaPernahkan merasakan susah tidur dalam jangka waktu yang cukup panjang? Sebagian dari kita akan berpikir bahwa hal tersebut adalah gejala dari insomnia. Tetapi apakah insomnia dapat dikatakan sebagai penyakit ringan dan tidak perlu untuk diobati?

Dilansir Livestrong yang membahas tentang insomnia, disebutkan bawah insomnia adalah suatu kondisi sangat lazim yang memiliki implikasi mendalam dan luas pada kesehatan fisika dan mental, produktivitas kerja. Selain itu itu berpengaruh pada hubungan interpersonal, membesarkan anak dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Sementara perkiraan bervariasi bahwa setidaknya 10 persen dari penduduk AS (sekitar 20 juta orang dewasa) memiliki masalah saat tidur malam hari. Mereka baru akan merasakan kantuk berlebihan dan kelelahan, kurangnya konsentrasi dan keluhan sakit kepala atau sakit leher saat siang.

Tidak sedikit yang merasakan perubahan mood atau perasaan seperti emosi sebagai akibat dari kurang tidur ini. Meski dapat dikatakan dalam golongan penyakit yang biasa, tetapi Anda tak boleh menganggap remeh insomnia. Dampak dari insomnia dapat dirasakan secara luas.

Pada orang dewasa yang menderita insomnia akan diberikan obat penenang hipnotik sebagai penyembuhannya. Penurunan konsentrasi dan aktivitas fisik pada orang tua merupakan hal yang terkait dalam gejala insomnia dan akan menimbulkan dampak yang lebih besar seperti depresi berat, demensia, dan anhedonia. Ini merupakan penurunan perasaan senang yang dirasakan oleh penderitanya.

Sebuah kajian pada 2011 lalu menunjukkan bahwa insomnia pada wanita secara signifikan meningkatkan interaksi yang buruk kepada pasangan. Sedangkan pada pria, insomnia tidak berdampak pada konflik hubungan dengan pasangan.

Selain itu, insomnia dapat memengaruhi keparahan dari penyakit lain. Di antara pasien kanker, insomnia dapat melemahkan penderitanya. Kematian akibat penyakit jantung, serangan jantung atau stroke memiliki kemungkinan 45 kali terjadi pada pasien yang menderita insomnia daripada pasien dengan penyakit yang sama tanpa insomnia.

Penyalahgunaan zat dan alkohol telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian insomnia. Juga kurang tidur dapat benar-benar mempengaruhi individu untuk berbagai perilaku pengambilan risiko seperti penggunaan narkoba suntikan.

Pada pasien yang menderita HIV, insomnia dan kurang tidur telah dikaitkan dengan jumlah CD4 yang lebih rendah dan viral load yang lebih tinggi. Kurang tidur dapat memunculkan empat kali lipat risiko tertular virus flu biasa dan mengurangi respons dari sistem kekebalan tubuh untuk imunisasi umum, seperti yang diberikan untuk melindungi terhadap influenza, hepatitis dan campak, gondok dan rubella.

Sumber: republika.co.id
insomnia Have you ever feel disturbed to have a sleep in long period of time? Most of us would think that it is a symptom of insomnia. But whether insomnia can be said as mild disease and do not need to be treated?

Reported by LIVESTRONG that talks about insomnia, insomnia mentioned below is a very prevalent condition that has deep and broad implications on physical and mental health, work productivity. Moreover it has effects on interpersonal relationships, raising children and overall quality of life.

While estimates vary that at least 10 percent of the US population (approximately 20 million adults) has trouble sleeping at night. They will feel excessive sleepiness and fatigue, lack of concentration and headaches or neck pain during the day.

Not a bit of sense changes in mood or feeling such emotions as a result of sleep deprivation. Although it can be said to be in a class of common diseases, but you can not underestimate insomnia. The impact of insomnia can be felt widely.

In adults who suffer from insomnia will be given sedative hypnotics as healing, the decline in concentration and physical activity in older people is related to symptoms of insomnia and will cause a greater impact as major depression, dementia, and anhedonia. This represents a decrease feeling of pleasure felt by the sufferer.

A study in 2011 showed that insomnia in women significantly increases bad interaction to the couple. Whereas in men, insomnia has no impact on the conflict relationship with a partner.

In addition, insomnia may affect the severity of other diseases. Among cancer patients, can be debilitating insomnia sufferers. Deaths due to heart disease, heart attack or stroke likely 45 times occurred in patients who suffer from insomnia than patients with the same disease without insomnia.

Substance abuse and alcohol has been associated with an increased incidence of insomnia. Also lack of sleep can really affect people’s risk-taking behaviors such as injection drug use.

In patients suffering from HIV, insomnia and lack of sleep has been associated with lower CD4 counts and higher viral loads. Lack of sleep can bring a fourfold risk of contracting the common cold virus and reduce the response of the immune system for general immunization, as given to protect against influenza, hepatitis and measles, mumps and rubella.

Source: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia