KEBERHASILAN UTSMAN BIN AFFAN MEMIMPIN UMAT

Utsman bin Affan adalah seorang sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang dikenal pemalu, dermawanan, sopan santunnya. Bahkan Rasulullah pun menghormati Utsman karena sifatnya itu.

Walaupun Utsman dikenal pemalu, tetapi ia juga seorang Khalifah yang dapat bersikap tegas dalam menjalankan tugasnya menjadi seorang pemimpin. Karena sifat malu dan sikap tegasnya itulah yang menjadikannya salah satu khalifah yang berhasil dalam memimpin negaranya.

Dalam buku Kepemimpinan dan Keteladanan Utsman bin Affan yang ditulis oleh Fariq Gasim Anuz, diceritakan beberapa kisah singkat dari kesuksesan Utsman bin Affan.

Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu anhu menduduki amanah sebagai khalifah saat berusia sekitar 70 yahun. Pada masa pemerintahannya, kamu muslimin Arab berada pada permulaan zaman perubahan.

Hal ini ditandai dengan perputaran dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan dari aliran kekayaan negeri-negeri Islam ke tanah Arab. Hal ini seiring dengan samakin meluasnya wilayah yang tersentuh syiar agama. Kemakmuran benar-benar dirasakan oleh rakyat saat itu.

Imam Hasan Bashari rahimahullah berkata, “Aku pernah hidup dimasa kekhalifahan Utsman ketika para pemberontak memusuhinya. Tidak sedikit hari yang mereka lalui kecuali pada hari tersebut mereka mendapatkan limpahan rezeki.

Dikatakan kepada mereka. “Wahai kaum Muslimin, segeralah mengambil hadiah kalian!” Lantas mereka mengambilnya dengan berlimpah-limpah. Kemudian dikatakan kepada mereka, “Segeralah ambil rezeki kalian!” Lantas mereka mengambilnya dengan berlimpah-limpah. Dikatakan lagi kepada mereka, “Segeralah ambil minyak samin dan madu kalian!” Berbagai hadiah pun terus mengalir, rezeki melimpah ruah, aman dari musuh, ukhuwah terjalin erat, kebaikan banyak tersebar, tidak ada seorang Mukmin pun yang ada di atas bumi takut dengan saudaranya dan di antara nasihat dan kasih sayang Rasulullah bahwa beliau mengambil perjanjian mereka agar bersabar jika terjadi Atsrah (sebagian orang yang mendapat lebih banyak dari sebagian yang lain).” (Tahqiq Mawaqif Ash Shahabah).

Utsman juga meneruskan dan bahkan menambahkan dari kebijakan khalifah Umar. Khalifah Umar yang sebelumnya telah menetapkan bagi setiap kamu muslimin satu dirham dari baitul mal setiap malam Ramadhan sebagai santunan untuk berbuka puasa, dan dua dirham bagi para Ummul mukmin.

Khalifah Utsman juga menyediakan hidangan di masjid untuk para ahli ibadah, orang yang i’tikaf, dan fakir miskin. Lalu pada tahun 28 H, Utsman menambahkan bangunan Masjidil Haram dan memerintahkan untuk merubah batas-batas masjid. Dan pada tahun 29 H, ia juga menambah bangunan Masjid Nabawi dan memperluasnya.

Dan kebijakan yang paling hebatnya adalah ia mengumpulkan semua kaum muslimin pada satu mushaf dan satu qiraat. Hal ini ia lakukan untuk meredam dan meghindari terjadinya perselisihan di antara kaum Muslimin.

Selain itu, dakwah Islam pada masa awal kekhalifahjan Utsman bin Affan menunjukan kemajuan dan perkembangan yang signifikan dan melanjutkan tongkat estafet dakwah pada masa khalifah sebelumnya.
Wilayah dakwah Islam menjangkau perbatasan Aljazair (Barqah dan Tripoli sampai Tunisia), di sebelah utara meliputi Allepo dan sebagian Asia Kecil. Di timur laut sampai Transoxiana dan seluruh Persia serta Balucistan (Pakistan sekarang), serta Kabul dan Ghazni.

Ustman juga berhasil membentuk armada dan angkatan laut yang kuat dan berhasil menghalau serangan musuh Byzantium di Laut Tengah. Peristiwa ini menjadi kemenangan pertama bagi tentara Islam dalam pertempuran di lautan.

Semua itu adalah bantuan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala yang diturunkan kepada Utsman bin Affan. Keberhasilan yang memang pantas didapatkan oleh Utsman karena hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala kemudian dengan setiap umat-Nya. Sungguh beliau adalah inspirasi bagi para pemimpin dan setiap orang beriman.

Sumber : republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi