[:ID]KETERBATASAN EKONOMI TIDAK SURUTKAN RIDHO MENGGAPAI MIMPI[:en]SYIAR QURAN FOR RIDHO, THE BOY WHO WANTS TO BE AN ARMY[:]

[:ID]PONTIANAK. Muhammad Ridho (12) adalah salah satu dari 45 santri dari Beting Cinta Quran yang merupakan putra ketiga dari pasangan Hari (41) dan Diana (37). Orang Tua Ridho bekerja sebagai pengrajin batu cincin yang penghasilannya tidak menentu. Terkadang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi terkadang juga tidak mencukupi.

Saat ini, Ridho berada di bangku kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 25 Pontianak Timur, Kota Pontianak. Untuk berangkat ke sekolah, ia harus menempuh jarak yang cukup lama dengan berjalan kaki, yaitu sekitar 35 menit. Ia belum memiliki sepeda, sehingga setiap hari harus berjalan untuk menimba ilmu.

Hidup di tepian Sungai Kapuas dengan perekonomian yang seadanya, tidak menyurutkan langkah kaki Ridho untuk mewujudkan mimpinya. Ridho memiliki cita-cita yang tinggi, yaitu ingin menjadi polisi atau tentara.

“Alhamdulillah kak seneng banget dapat Al-quran baru, karena yang lama sudah rusak. Terima kasih banyak kakak Relawan Rumah Zakat yang telah  datang ke sini untuk membagikan Al-quran. Semoga saya makin rajin mengajinya dan Terimakasih juga untuk para donatur Rumah Zakat semoga rezekinya lancar, sehat terus ya kak,” ungkap Ridho

Newsroom/Surianto

Pontianak

 [:en]PONTIANAK. Muhammad Ridho (12) is one of 45 santri (students) from Beting Cinta Quranwhich is the third son of Hari (41) and Diana (37). Ridho’s parent works as a stone craftsman whose income is uncertain. Sometimes it is only enough to meet daily needs, but sometimes also it is not insufficient.

 

Currently, Ridho is in 6th grade of Dasar Negeri 25 Pontianak Timur, Pontianak. To go to school, he must travel a long distance on foot, which is about 35 minutes. He does not yet have a bike, so every day must walk to gain knowledge.

 

Living on banks of the Kapuas River with a modest economy, did not dampen Ridho’s footsteps to realize his dream. Ridho has a high aspiration to be a police or army.

 

“Alhamdulillah, I am very happy to have Quran, because the old one is damaged. hanks volunteers of Rumah Zakat who have come here to share the Quran. Hopefully I am more diligent to study it and Thank also for the donors Rumah Zakat hopefully sustenance smoothly, healthy keep ya kak, “said Ridho

Newsroom/Surianto

Pontianak[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia