KHALID BIN WALID: SI PEDANG ALLAH YANG RENDAH HATI

Oleh : Elvira Suryani

Siapa yang tidak kenal dengan Khalid Bin Walid,  yang mendapat julukan dari Rasulullah si  Pedang Allah yang terhunus. Duplikasi Umar Bin Khatab yang ke dua. Kegagahan, keberaniannya membuat siapapun segan, baik teman ataupun lawan. Khalid Bin Walid telah terjun dalam puluhan peperangan. Para sejarawanpun mencatat, Khalid bin Walid tidak pernah kalah dalam perperangan apapun baik masa Jahiliyah maupun setelah masuk Islam.

Rasulullah saw sangat bergembira dengan hijrahnya Khalid bin Walid. Dengan kemampuan yang dimiliki  Khalid bin Walid, Dakwah Islam semakin kuat. Apalagi Khalid adalah tokoh terpandang. Maka, Rasulullah berharap dengan hijrahnya Khalid bin Walid akan memberikan dampak, banyaknya kaum Quraisy memeluk agama Islam. Dalam berbagai kesempatan perperangan Islam, ia selalu diangkat menjadi komandan perang. Kesempatan itu selalu memperoleh hasil gemilang atas segala upaya jihadnya.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid diamanahkan untuk memperluas kekuasaan Islam. Keberanian Khalid membuat pasukan Romawi dan Persia kalangkabut. Ia berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam perang  Yamamah dan Yarmuk. Melintasi negeri Iraq menuju syam. Berperang selama lima hari lima malam, sampai membuahkan hasil yang cukup mencengangkan, mengingat pasukan musuh yang tidak sepadan dengan jumlah kaum muslimin yang sedikit saat itu.

Dia berkata tentang dirinya: “ Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong Sembilan pedang pada saat perperangan mu’tah, sehingga tidak tertinggal ditanganku kecuali sebuah pedang yang berasal dari Yaman (Shahihul Bukhari:3/146. No. 4265).

Sipedang Allah yang terhunus ini, masih memiliki kekerabatan dengan Umar bin Khatab. Kejayaannya tersebar luas. Kaum muslimin sangat mengagung-agungkan beliau. Puncak kegemilangan Khalid bin Walid, terhenti pada era Umar bin Khattab. Ia diberhentikan sebagai pangliman perang. Berita tersebut diperoleh Khalid  pada saat sedang memimpin perang. Umar bin Khattab melakukan hal itu agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin dengan kesuksesan-kesuksesan yang diperolehnya.

Kesatria berbadan kekar,perpundak lebar, bertubuh kuat, dan layak disebut sebagai sosok yang menyerupai Umar bin Khattab ini adalah anak dari saudari Ummul mukminin Maimunnah binti Al-Harist  ra, memiliki berbagai macam keahlian. Ahli pedang, ahli siasat perang, lihai dalam berkuda, dan punya kharisma ditengah prajuritnya. Semua itu tidak membuatnya  tinggi hati. Sifat lapang dada dan rendah hati selalu dipeliharanya dengan penuh keikhlasan kepada Allah swt. Meski berada dalam puncak popularitas.

Pencopotan dirinya tanpa sebab dan kesalahan oleh Umar bin Khattab ra  tak membuat Khalid kecewa. Dengan jiwa kesatria, ia tak memandang peralihan tersebut sebagai penurunan kualitas semangat dakwahnya di Jalan Allah. Namun, Khalid memandang apapun posisi yang dia lakoni yang terpenting adalah memiliki manfaat untuk umat. Baik berada di garda terdepan ataupun dibelakang. Entah itu menjadi pemimpin ataupun prajurit.  Bahkan ia pernah berkata kepada penggantinya Abu Ubaidah bin Jurrah; “ saya berjuang untuk Islam, bukan karena Umar!”.

Subahanallah ,Khalid bin Walid adalah pribadi muslim yang rendah hati. Ketenaran tidak membutakan mata hatinya.  Kebesaran namanya tidak menjadikannya sombong dan berbangga hati. Khalid menyadari betul bahwa segalanya adalah milik Allah. Apapun yang ia miliki adalah amanah yang seharusnya dipertanggungjawabkan di depan Allah SWT. Pribadi Khalid bin Walid adalah pribadi yang patut di contoh oleh umat Islam di negeri ini. Pribadi yang tetap berbuat yang terbaik untuk Islam, tanpa memikirkan posisi ataupun jabatan.

 

Sumber : www.wasathon.com

Foto      : www.wasathon.com

Tags :
Konfirmasi Donasi