KISAH LELE DARI SEMARANG

SEMARANG.  Mimpi menjadi pengusaha peternakan lele agaknya sudah di depan mata. Sulistiyanto (47), salah satu warga binaan Integrated Community Development Pedurungan Semarang, sudah memiliki cita-cita sejak lama untuk bisa menjadi pengusaha peternak lele. Pertemuannya dengan Rumah Zakat membuka peluang untuk mewujudkan cita-citanya itu setelah sebelumnya dia pernah mengalami kegagalan beberapa kali.

Sulistiyono yang disapa Sulis menceritakan pengalamannya beternak lele sebelum bertemu dengan Rumah Zakat. Bapak lima anak ini pernah diamanahkan beternak lele di daerah Ungaran Kabupaten Semarang dengan nilai cukup besar berkisar 50 juta di lahan tanah wakaf sebuah yayasan. Kesempatan ini pun tidak disia-siakannya. Ia cukup banyak belajar tentang bidang ini hingga harus ke Jawa Timur untuk menemui seseorang untuk mempelajari hal ini.

Dalam mega proyek ini ternyata ia tidak berhasil. Bertemu dengan Rumah Zakat memberi secercah harapan baru baginya, setelah digali oleh Member Relationship Officer tentang keinginannya maka disepakati akan dimulai proyek peternakan lele dengan ukuran kolam 4 x 7 dilokasi rumah orang tuanya di wilayah Krobokan Semarang Barat akhir Juli lalu.

Diakuinya banyak pelajaran yang diperolehnya dari proyek pertama ini, karena baru pertama kalinya ia menggunakan kolam terpal setelah sebelumnya selalu menggunakan kolam tanah. Namun alhasil dari 4000 bibit yang disebar baru bisa dipanen dengan bobot 3 kuintal pada Jumat pekan lalu dan diakuinya waktunya pun mundur hingga satu bulan karena bibit yang terlalu kecil. Ia berjanji pada proyek yang kedua akan lebih baik. “Banyak pelajaran mas yang saya dapat di proyek yang pertama ini,” tutunya kepada Member Relationship Officer. ***

Newsroom/Andriyan Citra Lesmana
Semarang

Tags :
Konfirmasi Donasi