KISAH PAK INDRA, PENJUAL MAKANAN KHAS BANJAR SUDAH LEBIH DARI SATU DEKADE

BANJARMASIN. (22/04) Menggeluti usaha kuliner memang kadang mengalami pasang surut. Perlu keuletan dan konsistensi, baik itu skala besar sekelas rumah makan ataupun kecil-kecilan sekelas rombong (Red: Emperan) dipinggir jalan.

Seperti usaha rombong makan pak Indra, ia menjual kuliner khas Banjar yakni nasi kuning dan lontong. Diakuinya, sudah hampir 11 tahun ia menjajakan kuliner ini, beragam tantangan sudah ia hadapi mulai dari masalah permodalan, persaingan bisnis hingga susahnya mencari bahan baku untuk berjualan.

Salahsatu yang ia keluhkan saat ini adalah susahnya mencari bahan bakar seperti LPG untuk memasak, langkanya gas berisi 3kg itu tak dipungkiri sedikit menghambatanya untuk berjualan.

“Selain langka harganya juga sangat mahal, kadanga bisa hampir Rp40.000 per tabung nya. Kalau mau julan mau tak mau harus dibeli,” ceritanya saat dikunjungi fasilitator Rumah Zakat Senin pagi (22/4).

Setiap harinya Indra berjulan di Jalan Sultan Adam Banjarmasin dekat dengan salah satu sekolah favorit, SMA 5 Banjarmasin, lokasi yang cukup strategis. Ia berjualan dari pukul 06.00 pagi hingga puku 11.00 siang.

“Kadang jika sudah laku semua biasa tutup lebih cepat,” bebernya.

Saat ini pak Indra adalah termasuk salah satu penerima manfaat dari program pemberdayaan Rumah Zakat, bantuan modal usaha dan pendampingan dirasakan sangat membantu usahanya hingga saat ini.

Satu kunci kiat bertahan pak Indra hingga saat ini adalah tetap tekun dan semangat untuk berusaha.

“Meski banyak saingan usaha disini, namun Alhamdulillah sudah cukup banyak langganan saya disini, mereka sudah mengenal dan suka dengan nasi kuning dan lontongnya. Satu yang penting, tetap mejaga kualitas dan rasa jualan kita,” tandasnya

Newsroom
Toip/ Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi