KISAH PERJUANGAN HIDUP RIO, ANAK JUARA SURABAYA UNTUK MENGGAPAI MIMPINYA

RZ hidup perjuangansfSURABAYA. Kisah ini menceritakan tentang Rio, Anak Juara RZ cabang Surabaya jenjang SMA. Beberapa hari yang lalu dia menghubungi Munawaroh staf pendidikan RZ cabang Surabaya, dan menyampaikan permasalahan yang sedang dia hadapi yaitu ia butuh uang untuk ongkos ke Malang mengikuti tes masuk Universitas Brawijaya. Kebetulan beasiswanya dari RZ belum turun.

Menjelang bulan Ramadhan, barang produk Ramadhan mulai berdatangan dari pusat, saat itu Munawaroh menjadi teringat pada Rio. Akhirnya dia pun menghubungi Rio dan menawarinya untuk menjadi tenaga packing dengan fee Rp1.000 per bingkisan. Kurang lebih ada 500 bingkisan yang harus di packing. Rio senang sekali mendapat tawaran pekerjaan sambilan itu. “Iya saya bersedia, biar sendiri saja yang packing, saya mampu insyaAllah,” ujar Rio dengan penuh semangat.

Pada hari Rabu (11/6), Rio datang dari Mojokerto ke kantor RZ Surabaya dengan membawa baju ganti dan buku pelajaran. “Saya mau sambil belajar bu, persiapan tes masuk universitas,” kata Rio. Dengan wajah berbinar-binar, anak yang sering ditertawakan mimpinya itu bersemangat ingin segera packing. Sore itu dia mulai packing, dalam keadaan berpuasa. Dia menargetkan 50 kotak terpacking setiap 2 jam-nya. Dengan penuh keringat, Rio bersemangat menyelesaikan tugasnya untuk packing produk Kado Lebaran Yatim RZ.

Hingga hari ke dua packing Rio sudah menyelesaikan packing 421 paket KLY. Anak pertama dari 4 bersaudara ini berhasil menyelesaikan tugasnya untuk packing dalam waktu 1,5 hari sendirian. Rio merupakan anak yang gigih dalam berusaha, dia memiliki 3 adik yang masih kecil-kecil. Ayahnya bekerja sebagai pembuat sepatu dan ibunya sebagai penjahit sandal. Rumahnya sangat sederhana dan sebagiannya masih berupa gubuk. “Bu saya ingin mencarikan bantuan modal usaha untuk ayah saya, ayah saya pintar membuat sepatu dengan berbagai model dari kulit, tapi ayah saya tidak punya modal, jadi selama ini ayah saya bekerja ikut dengan orang, kadang ia membantu orang yang mau membuka usaha sepatu, tapi setelah yang dibantu itu sukses, ayah saya mesti dibuang,” kata Rio. Pada hari Jumat (13/6) dengan wajah berbinar-binar dan penuh bahagia Rio pulang ke rumah dengan membawa rezeki hasil keringatnya sendiri sebanyak Rp550.000.***

Newsroom/Munawaroh
Surabaya

Tags :
Konfirmasi Donasi