KISAH SUKSES BISNIS PAINEM DI YOGYA

RZ_sukses story paine2YOGYAKARTA. Painem memulai usahanya berawal dari menjadi buruh batu bata, bersama suaminya. Sewaktu menjadi buruh batu bata selama sebulan, sewaktu gajian menerima penghasilan Rp450 ribu per orang, sehingga gaji berdua menjadi Rp900 ribu. Seiring perubahan waktu dan semakin besarnya anak mereka diikuti dengan semakin besarnya biaya pendidikan maka perlu alternatif tambahan usaha.

Dengan keuletan Painem maka dia menggulirkan bisnis usaha sayur keliling bermodal sepedanya. Perjuangan terus dilakukannya kadang ada rugi, ada impas, ada juga keuntungan. Lewat semangat optimisnya, dia lewati hari demi hari, bulan demi bulan. Suatu saat ia butuh modal, di saat itu ada program pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa binaan Pegadaian dengan bantuan permodalan sebanyak Rp1,5 juta. Ternyata suntikan dana modal ini menjadi momentum keberhasilan usahanya, sedikit demi sedikit sisa dari jualannya kelilingnya di jual di rumah, akhirnya jadilah warung yang kini menjadi tempat usahanya.

Dia sendiri pun tidak menyangka warungnya mengalami kemajuan seperti sekarang ini. Saat ini bisnisnya fokus di penjualan sayur, dengan pendampingan dari Micro Business Officer Sandi  yang juga di tugaskan untuk tinggal di kampung tersebut. “Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak-anak saat ini di luar penghasilan yang di dapatkan dari suami saya,“ ungkap Painem. “Semoga usaha Painem ini bisa semakin berkembang, selain menghasilkan uang ternyata juga menjadi salah satu pejuang dalam menggalakkan program Gerakan Makan Sayur,” pungkas MBO Sandi. *** Newsroom/Didik Agus Setyawan Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi