KISAH SULASNIWATI BERBISNIS KRIPIK SINGKONG TRILIYATTHE STORY OF SULASNIWATI, CASSAVA CHIPS ENTREPRENEUR

RZ Keripik singkong2PRABUMULIH. Awalnya Sulasniwati yang biasa disapa Lani hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, namun semenjak sang suami pergi dan tidak perrnah memberi kabar, ia memutuskan untuk mulai membuat usaha bagi kehidupannya beserta ke tiga anaknya. Berbagai usaha ia coba kembangkan hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk berjualan keripik ubi atau singkong dan nata de coco.

Keputusannya untuk membuat keripik singkong karena banyaknya bahan baku yang tersedia di pasar dan harganya juga cukup terjangkau jika dibanding kentang ataupun nanas. Pada tahap awal ia memulai usahanya dengan menitipkan keripiknya di warung-warung sekitar rumahnya. Sedangkan untuk nata decoco ia buat hanya berdasarkan pesanan.

Berbagai eksperimen di mulai untuk menghasilkan rasa keripik yang gurih dan tetap garing namun tidak banyak menyerap minyak. Mulai menggunakan soda kue, mengiris ubi dengan berbagai metode hingga penjemuran. Akhirnya dia pun menemukan satu teknik pengolahan keripikyang pas yaitu keripik di iris tipis, kemudian dijemur perlembar lalu di goreng hingga garing, untuk formula sambalnya ibu sulasniwati pantang menggunakan penyedap rasa cukup dengan gula dan garam dengan perbandingan yang tepat cabe segar dan perbanyak bawang putih agar aroma sambal menjadi lebih enak. Untuk nata decoco mulai dibuatkan kemasan khusus agar lebih menarik dan dijual di pasar-pasar tradisonal terutama bulan Ramadan

Alhamdulillah, terima kasih RZ atas bimbingannya selama ini, hingga dari usaha ini, saya mampu menyekolahkan ke tiga anak saya. Bahkan yang tertua saat ini sudah bekerja dan sudah mampu mandiri, sedangkan anak kedua dan ketiga masih bersekolah,” tutur Sulasniwati. Lani pun menambahkan usaha keripik dan Triliyat sudah mengantongi izin dari Dinkes dan sertifikat Halal MUI, adapun untuk harga keripik pedas Rp. 40.000/kg dan keripik original Rp30.000/ kg. Menurutnya Keripik Singkong Triliyat maupun Nata Decoco bisa diperoleh di pusat oleh-oleh Prabumulih, Jaringan Rumah Makan Sederhana, Minimarket, Toko Manisan dan para agen Keliling. Khusus Nata Decoco pada bulan Ramadan di jual di pasar tradisional, Nata decoco dijual Rp. 5.000/250 gr, juga melayani dalam bentuk curah.***

Newsroom/ICD Prabumulih
Prabumulih
RZ Keripik singkong2PRABUMULIH. Sulasniwati of Lani was an ordinary housewife. However, she changed her status into a businesswoman since her husband leaves her with 3 children. To fulfill her and her children daily needs she had tried various types of business and finally she decided to produce cassava and sweet potato chips and nata de coco.

She chose this business because she thought that cassava, sweet potato, and coconut are easy to be found and cheap. At first, she sold her products in local markets and by order.

“To be a success entrepreneur is not easy. We have had a strong motivation and spirit to reach it. I’ve faced a lot of failures but I keep struggling,” Lani said. Considering her spirit and potential, RZ decided to give her business financial assistance and training.

Today, her business has grown and developed significantly. She has had a business license for Regional Health Department and Halal certificate for MUI.

Alhamdulillah, now I can live properly and all of my children could go to school decently. You can visit souvenirs central, Sederhana Restaurant networks, Minimarket, and our agent to find my products,” she said.***

Newsroom/ICD Prabumulih

Prabumulih
RZ Keripik singkong2

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia