KLINIK RBG PEKANBARU BANTU IBU RINA SANG PEJUANG SEJATI

KLINIK RBG PEKANBARU BANTU IBU RINA SANG PEJUANG SEJATIPEKANBARU. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu. Proses persalinn ini merupkan proses yang sangat vital dan perlu perhatian seksama demi keselamatan ibu dan anak. Para ibu di Indonesia ini pun memliki hak untuk melakukan proses pesalinan yang layak, terutama untuk masyarakat menengah kebawah. Namun pada kenyataanya, belum semua Ibu di Indonesia ini bisa mendapatkan layanan persalinan yang layak, diantaranya karena faktor biaya.

Maka dari itu, RZ bekerja sama dengan CSF (Cita Sehat Foundation) hadirkan Klinik RBG (Rumah Bersalin Gratis) untuk memperluas layanan persalinan gratis bagi ibu-ibu yang membutuhkan utamanya bagi kaum menengah kebawah.
“Bu Rina Oktavia adalah ibu dari 9 anak. Anak pertama berusia 16 tahun dan anak yang paling kecil lahir tanggal 14 Maret 2016 di Klinik Pratama RBG RZ Cabang Pekanbaru. Sang suami bekerja sebagai buruh peternak ayam yang jumlahnya masih terbatas, sementara sang istri sebagai Ibu Rumah Tangga yang fokus mengurus anak-anaknya,” papar Rani.
Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana, rumah panggung yang terbuat dari kayu yang dilapisi dengan bekas spanduk-spanduk agar ketika hujan tidak masuk ke dalam rumah dan itu pun menumpang tanahnya.

Namun janji Allah itu pasti, seperti terdapat dalam QS Saba’: 39, “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Ayat ini sudah cukup bisa untuk menguatkan bagi kita, bahwa Allah akan memberikan kelapanangan rezeki kepada siapa yang dia kehendaki, intinya sebagai manusia kita hanya diminta untuk berikhtiar. Sedangakn perihal hasil adalah hak prerogatif Allah. Dan terbukti keluarga ini sampai dengan sejauh ini tidak ada anak-anaknya yang meninggal karena kelaparan. Semoga kita bisa belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang kita miliki.***

Newsroom/Rani
Pekanbaru

Tags :
Konfirmasi Donasi