Kopi Panas Lebih Sehat Dibanding Cold Brew, Kenapa?

Cuaca seringkali mempengaruhi preferensi seseorang dalam memilih kopi. Dalam cuaca yang dingin misalnya, secangkir kopi panas mungkin lebih disukai. Sebaliknya, segelas kopi dingin mungkin lebih digemari di tengah cuaca terik.

Dari segi rasa, kopi panas atau dingin memang memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Philadelphia, dari segi kesehatan kopi panas ternyata lebih unggul dibandingkan kopi dingin.

Penelitian yang diunggah dalam jurnal Scientific Reports ini mengungkapkan kopi panas cenderung lebih menyehatkan karena memiliki kadar aktivitas antioksidan yang lebih tinggi. Antioksidan dapat memberi banyak manfaat menyehatkan, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes hingga kematian dini.

“Kami menemukan kopi seduh panas memiliki lebih banyak kapasitas antioksidan,” ujar salah satu peneliti Megan Fuller seperti dilansir di Health.

Dari tingkat keasaman, Fuller dan tim menemukan kopi panas dan cold brew atau seduh dingin memiliki keasaman yang hampir sama. Padahal, selama ini kopi cold brew diyakini lebih ramah lambung karena memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan kopi panas.

Menurut penelitian, semua sampel kopi panas dan cold brew memiliki tingkat derajat keasaman (pH) antara 4,85 hingga 5,13. Berdasarkan temuan ini, tim peneliti menilai kopi cold brew bukanlah opsi kopi yang lebih ramah terhadap lambung.

Meski begitu, bukan berarti kopi cold brew sama sekali tak memiliki nilai positif. Kopi cold brew juga tetap mengandung antioksidan seperti halnya kopi panas. Kopi cold brew juga memiliki beberapa keunggulan, salah satunya memiliki rasa yang lebih lezat.

Rasa kopi yang lebih lezat akan menurunkan keinginan peminum kopi memasukkan tambahan-tambahan lain yang kurang menyehatkan pada kopi. Beberapa tambahan yang dimaksud misalnya susu, krim, atau gula.

Sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi