MASIH LAPAR SETELAH MAKAN? INI PENYEBABNYA

Makan seharusnya dapat mengatasi rasa lapar. Namun, bagi sebagian orang, rasa lapar bisa tetap muncul meski sudah menyantap sepiring nasi dan lauk-pauk. Apa penyebabnya?

Kemunculan rasa lapar ternyata tidak selalu berkaitan dengan makanan. Ada beragam faktor yang bisa memicu timbulnya rasa lapar, mulai dari pola hidup yang kurang baik hingga faktor psikologis.

Laman Livestrong mengungkapkan setidaknya ada delapan penyebab selain makanan yang membuat rasa lapar muncul. Berikut ini adalah kedelapan penyebab tersebut.

Kurang tidur

Kemunculan rasa lapar bisa dipicu oleh kurang tidur. National Sleep Foundation AS mengungkapkan bahwa rata-rata waktu tidur yang diperlukan adalah tujuh sampai sembilan jam per malam. Kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya peningkatan hormon ghrelin jangka pendek.

Peningkatan ini dapat meningkatkan nafsu makan. Di sisi lain, kurang tidur juga menyebabkan leptin menurun. Leptin berfungsi untuk menurunkan nafsu makan.

Journal of Lipid Research juga mengungkapkan bahwa kurang tidur selama empat hari berturut-turut dapat menyebabkan perubahan pada metabolisme tubuh terhadap makanan. Dampaknya, seseorang yang kurang tidur ini akan tetap merasa lapar meski sudah makan.

Dehidrasi

Rasa haus sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar. Oleh karena itu, coba minum air terlebih dahulu ketika rasa lapar muncul. Minum air dapat membantu mengetahui apakah rasa lapar yang muncul memang karena tubuh membutuhkan asupan makanan atau karena tubuh membutuhkan asupan cairan.

Diet ketat

Diet ketat untuk menurunkan berat badan bisa menjadi bumerang. Tak jarang penerapan diet ketat berujung pada munculnya rasa lapar yang lebih besar dari biasanya.

Kondisi ini terjadi karena diet ketat seringkali tidak mempertimbangkan keseimbangan asupan makanan. Pada diet ketat, semua zat gizi mulai dari karbohidrat, protein, hingga lemak dipangkas secara ekstrim sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi penting yang dapat memunculkan rasa keyang.

“Ketika Anda menjalani diet tanpa keseimbangan asupan protein, karbohidrat dan lemak, Anda akan merasa lapar,” ungkap ahli gizi Bonnie Taub-Dix RDN.

Bosan

Sering kali orang yang menonton televisi sendirian tanpa sadar mengunyah beragam camilan. Hal seperti ini terjadi bukan karena lapar, melainkan karena rasa bosan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology mengungkapkan bahwa orang-orang memiliki kecenderungan untuk makan ketika merasa bosan. Kabar buruknya, jenis makanan yang dikonsumsi ketika rasa lapar muncul umumnya mengandung lemak tidak sehat dan karbohidrat tinggi.

Sedang menyusui

Rasa lapar juga bisa muncul karena tubuh sibuk memproduksi ASI untuk bayi. Proses pembentukan ASI ini meningkatkan kebutuhan ibu menyusui akan asupan nutrisi dan juga cairan. Menurut panduan, ibu menyusui memang membutuhkan tambahan asupan sekitar 300-500 kalori.

Olahraga berat

Olahraga berintensitas berat akan memunculkan rasa lapar. Menurut studi yang diterbitkan di American Journal of Physiology, olahraga aerobik maupun angkat beban dapat menurunkan hormon ghrelin sehingga nafsu makan menurun. Akan tetapi ini hanya berlangsung dalam jangka pendek.

Di sisi lain, olahraga juga dapat menguras cadangan glikogen di dalam otot. Hal ini memicu timbulnya rasa lapar beberapa saat setelah berolahraga. Kehilangan cairan selama berolahraga juga dapat membuat seseorang merasa lebih lapar.

Kurang serat

Asupan serat yang cukup dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, pola makan yang rendah serat akan membuat rasa lapar muncul lebih sering. Asupan serat berguna untuk memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan menetap di dalam perut lebih lama dan rasa kenyang juga bertahan lebih lama.

Asupan garam berlebih

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa pola makan tinggi sodium dapat meningkatkan rasa lapar dalam jangka panjang. Pola makan tinggi sodium dapat membuat tubuh menahan cairan sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak energi dan kalori untuk disimpan. Pola makan tinggi sodium adalah pola makan dengan asupan sodium sebanyak lebih dari 12 gram per hari.

“Makanan tinggi garam juga umumnya merupakan makanan proses, dan kebanyakan makanan proses merupakan makanan yang dirancang secara kimiawi untuk menjadi sangat lezat dan menyebabkan makan berlebih,” ungkap ahli gizi Monica Auslander Moreno RD LDN.

Sumber: republika.co.id

 

Tags :
Konfirmasi Donasi