MEMBACA PETA (POTENSI) INDONESIA

Oleh Faisal Basri

Ekonom Indonesia

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Disampaikan dalam Rihlah Kerja Nasional Rumah Zakat 2010

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mampu bertahan dalam tempaan krisis, karena kecilnya ketergantungan bangsa Indonesia terhadap ekspor. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar, sehingga permintaan akan barang di dalam negeri tetap tinggi meski dunia internasional tengah dilanda krisis global. Indonesia kemudian terkenal sebagai emerging market yang menjadi target pasar dan dibidik oleh negara-negara importir dunia.

Kita harus dapat belajar membaca peta potensi Indonesia ini dengan lebih baik. Hal itu dikarenakan menjadi bangsa dengan tingkat konsumsi tinggi tidak menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat. Tingkat konsumsi idealnya diiringi dengan kemampuan menghasilkan pendapatan yang juga memiliki tren kenaikan positif.

Oleh karena itu Indonesia memerlukan sistem perekonomian yang terintegrasi, dimana strategi dan implementasinya harus disertai dengan rasa simpati dan empati. Mekanisme ekonomi yang mengakibatkan jumlah orang miskin semakin sedikit. Ini pula lah yang menjadi faktor agar kita dapat bekerja keras untuk memaksimalkan fungsi pasar, sehingga peran masing-masing elemen masyarakat bisa dihargai sesuai dengan peranannya. Misalnya, peran petani yang dihargai lebih baik dibandingkan para pedagang yang seringnya mendapatkan banyak hak-hak istimewa.

Proses menghargai mekanisme pasar ini pun dicontohkan Rasulullah saw, yang termaktub dalam hadits riwayat Anas. Anas bin Malik menuturkan bahwa pada masa Rasulullah Saw. pernah terjadi harga-harga membubung tinggi. Para Sahabat lalu berkata kepada Rasul, “Ya Rasulullah tetapkan harga demi kami”.  Rasulullah Saw menjawab, “Sesungguhnya Allahlah Zat Yang menetapkan harga, Yang menahan, Yang mengulurkan, dan Yang Maha Pemberi Rezeki. Sungguh, aku berharap dapat menjumpai Allah tanpa ada seorang pun yang menuntutku atas kezaliman yang aku lakukan dalam masalah darah dan tidak juga dalam masalah harta (HR Abu Dawud, Ibn Majah dan at-Tirmidzi).

Hadits ini mengindikasikan kebijakan Rasulullah Saw sebagai seorang saudagar yang menghargai mekanisme harga di pasar. Karena jika Rasul mengikuti kehendak sahabat, niscaya akan terjadi antrean, spekulasi, pasar gelap, penimbunan dan lain sebagainya. Lalu tentang mereka yang tergolong miskin, skema baitul maal yang membantu mereka memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan yang kaya tetap membayar sesuai harga pasar.

Di sinilah kemudian yang menjadikan peran lembaga-lembaga amil zakat sangat krusial, karena kelembagaan mereka yang menjadi jembatan antara para orang berpunya dengan kaum miskin yang membutuhkan. Pemberdayaan dana-dana sosial kemanusiaan harus diarahkan pada aktivitas-aktivitas yang mengarahkan masyarakat agar menjadi sehat, berilmu, berakhlak, serta menciptakan entrepreneurship. Sehingga generasi bangsa ini akan semakin produktif, membuka semakin banyak window of opportunity serta menjadikan tingkat interdependensi yang kian berkurang.

Akhir kata, saya ingin sampaikan bait puisi berikut,

Gelombang Pasang

Apapun yang terjadi, tantangan apapun yang kita hadapi…

Jika kita tetap istiqomah maka Allah akan selalu menyertai kita.#

 

 

Tags :
Konfirmasi Donasi