MEMBANGUN DESA WISATA BLIGO, MAGELANG

MAGELANG. Desa Bligo merupakan salah satu Desa Berdaya Rumah Zakat di wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah. Kondisi alam Desa Bligo tidak banyak berbeda dengan desa berdaya Rumah Zakat lainnya di wilayah Jawa Tengah, yakni udaranya sejuk, di kelilingi sawah, dan masyarakatnya ramah. Hal yang membedakan adalah semangat warganya yang ingin mengubah wajah desa yang biasa saja menjadi desa wisata dan dikenal hingga seluruh Indonesia. “Desa Bligo ini punya banyak kelebihan, sayang jika tidak dikelola dengan baik dan dimanfaatkan. Tinggal sumberdaya manusianya saja yang mau atau tidak mengelolanya dengan baik,” tutur Sumardi penggerak karang taruna Desa Berdaya Bligo.

Desa Wisata merupakan impian bagi warga Bligo, sejak tahun 2015 para penggerak karang taruna bersama Wimbo, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat kemudian bersama-sama merintis Desa Bligo menjadi salah satu Desa Wisata yang ada di Magelang. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengedukasi warga agar dapat menjaga dan memanfaatkan lingkungan sekitar dengan baik.

Desa Bligo dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Kaliprogo dan Mataram. Yang kemudian salah satunya dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. “Sungai Mataram lebih dekat dengan desa, arusnya juga tidak terlalu deras, jadi bisa dimanfaatkan untuk fun tubing,” kata Sumardi. Keinginan warga memanfaatkan Sungai Mataram menjadi lokasi wisata sudah ada sejak lama, namun karena kendala biaya dan belum memadainya sarana serta prasaran akhirnya baru dapat terealisasi tahun ini.

Menurut Sumardi, dengan memanfaatkan sungai sebagai salah satu lokasi wisata, warga sekitar pun akan terbantu dari sisi ekonominya. Meningkatnya perekonomian warga memang menjadi poin penting terwujudnya Desa Wisata Bligo. “Dengan membaiknya tingkat perekonomian warga, semoga diikuti juga dengan meningkatnya pendidikan warga Desa Bligo,” kata Sumardi.

Saat ini baru ada 10 unit fun tubing yang dapat digunakan untuk mengarungi Sungai Mataram, dengan tiga orang guide yang menjaganya. Menurut Sumardi fun tubing ini baru di coba setelah lebaran lalu oleh warga sekitar dan mereka antusias mengikuti kegiatan ini. Wimbo pun menuturkan jika sungai menjadi salah satu lahan penghasilan warga maka tidak akan ada lagi warga sepanjang sungai yang membuang sampah sembarangan. Ide menjadikan sungai sebagai lokasi wisata fun tubing pun salah satunya dipicu oleh keinginan agar Sungai Mataram tetap bersih dan jernih tanpa sampah.

Newsroom/ Lailatul Istikhomah 

Magelang 

Tags :
Konfirmasi Donasi