[:ID]MEMBESUK YANG SAKIT[:en]VISITING A SICK[:]

[:ID]Oleh: Muhammad Arifin Ilham

Betul, saat ini, penulis dalam keadaan istirahat dan rehat total di Penang. Memiliki asa besar untuk segera mendapati pemulihan prima dan sehat yang sempurna. Terima kasih untuk doanya yang terus menguntai bagi kesembuhan penulis. Doa serupa yang berlimpah kebaikan untuk semua ikhwah.

Sama-sama dalam keadaan diuji dan diberi nikmat sakit oleh Allah. Namun, bukan berarti berkurang dalam beramal saleh. Sakit tidak menjadi penghalang dalam berbuat sesuatu yang indah di hadapan Allah. Amal saleh itu adalah membesuk saudara yang juga dalam keadaan sakit.

Tetangga sebelah kamar ada yang Muslim dan ada yang juga non- Muslim. Hari itu, penulis sempatkan berkunjung kepada keduanya. Saling menyapa dan meneguhkan. Saling menghibur dan menguatkan. Indah. Subhana Allah cinta Allah dan Rasul-Nya membuat sayang semua karena Allah.

Penulis teringat akan sabda Nabi SAW. “Hak Muslim terhadap Mus lim lainnya ada enam. Sahabat bertanya, ‘Apa saja, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah), jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah); bila ia sakit, jenguklah, dan bila ia meninggal dunia, antarkanlah (jenazahnya hingga makam)’….” (HR Muslim, no. 2162).

Mengapa membesuk yang sakit? Pertama, seakan mengitari kebun surga. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali.” (HR. Muslim).

Kedua, terliputi kasih sayang dan rahmat Allah. “Barang siapa yang menjenguk orang sakit, ia masuk ke dalam rahmat (Allah). Apabila duduk di sisinya, ia merasa puas atau tenang di dalam rahmat itu. Apabila keluar darinya, ia senantiasa berada di dalam rahmat itu hingga ia pulang ke rumahnya.” (HR. Ibnu Abdil Barr di kitab at-Tamhid 24/273).

Ketiga, berbuah banyak pahala dari Allah. Hadis Qudsi Rasulullah SAW menyebut firman-Nya, “Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: ‘Wahai anak Adam, Aku sakit, tapi engkau tidak menjenguk-Ku.’ Ia berkata: ‘Ya Rabb, bagaimana aku menje nguk-Mu, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?’ Allah berfirman: ‘Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit, tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguk nya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya?’ (HR. Muslim).

Keempat, mendapatkan doa kebaikan dari malaikat. “Barang siapa yang mendatangi saudaranya Muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, 70 ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya pada sore hari, 70 ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Kelima, penyebab masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjenguk orang sakit atau berkunjung kepada saudaranya karena Allah, akan ada penyeru yang berseru, ‘Alangkah baiknya dirimu, alangkah baiknya langkahmu, engkau telah menempati tempat tinggal di surga.'” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Wallahu A’lam bimuraadih.

sumber: republika.co.id[:en]By: Muhammad Arifin Ilham

Now the writer (Muhammad Arifin Ilham ) is resting and complete recovery in Penang. Have great desire to immediately find a perfect recovery and perfect health. Thank you for the prayer that continues to dangle the healing of the writer. A similar prayer abounds in goodness for all faiths.

You’re equally in a state of being tested and blessed with pain by God. However, it does not mean reducing in pious charity. Pain does not become a barrier in doing something beautiful before God. That pious charity is visiting relatives who are also sick.

The next door neighbors are Muslim and some are non-Muslim. That day, the author visited the two of them. Greet each other and strengthen. Entertaining and strengthening each other. Beautiful, Subhana Allah loves Allah and His Messenger makes all love because of Allah.

The author remembers the words of the Prophet SAW. “There are six Muslim rights to Muslim. The companions as: what are they, O Messenger of Allah? ’He answered,‘ If he sneezes and praises Allah (say: thank God), answer (by saying: yarhamukallah); if he is sick, visit him, and if he dies, deliver (his body to the tomb) ‘…. “(Muslim, no. 2162).

Why visit the sick? First, as if circling the garden of heaven. The Prophet said, “Whoever visits a sick person will always be in the garden of paradise until he returns.” (Narrated by Muslim).

Second, overwhelmed by God’s love and grace. “Whoever visits a sick person enters into mercy (Allah). When sitting at his side, he feels satisfied or calm in that grace. When he came out of him, he was always in that grace until he returned to his house. “(Narrated by Ibn Abdil Barr in the book at-Tamhid 24/273).

Third, bear much fruit from God. Hadith Qudsi Rasulullah SAW called His word, “Verily Allah Almighty said on the Day of Judgment: ‘O son of Adam, I am sick, but you do not visit Me.’ He said: ‘O Rabb, how do I touch you, while you are the Lord of the universe? ‘Allah said:’ Do you not know that my servant is sick, but you do not visit him, do you not know, if you visit him surely you will find Me by his side? ‘ .

Fourth, get a good prayer from angels. “Whoever comes to his Muslim brother (who is sick) to visit him, he walks in the garden of paradise until he sits. When he sits, mercy (Allah) will cover him. If it was morning, 70 thousand angels would pray to him until the evening, and if he did it in the afternoon, 70 thousand angels would pray to him until the morning. “(Narrated by Ahmad, Abu Dawud, and Ibn Majah).

Fifth, the cause of entering heaven. The Prophet sallallaahu ‘alaihi wa sallam said, “Whoever visits a sick person or visits his brother because of Allah, there will be a caller who exclaims,’ How good you are, how good you are, you have settled in heaven. ‘” (HR. -Tirmidzi and Ibn Majah). Wallahu A’lam bimuraadih.

source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia