MEMBUAT “MOCAF BAKERY”

“Dari tepung mocaf ini saya biasanya bikin kue kering dan basah, saya kreasikan saja sendiri dengan melihat resep-resep yang sudah ada,” ujar Supiyati.

Karena tepung mocaf termasuk mahal dan jarang, maka tak banyak warga desa yang mau atau bahkan mampu memanfaatkannya sebagai bahan pembuat kue. Karena itu Herman dan beberapa binaan Rumah Zakat menerima pemesanan pembuatan cake berbahan mocaf. Mereka mulai menjual cake tersebut kepada warga yang sedang membutuhkan
suguhan arisan atau berbagai macam acara dan pertemuan.

Untuk kebutuhan sehari-sehari, para binaan Rumah Zakat di Desa Sahkuda Bayu sudah sering menggunakannya sebagai bahan campuran kue. “Mocaf Bakery” adalah cita-cita panjang dari produksi tepung mocaf yang tengah digeluti kelompok tani binaan Rumah Zakat ini. Tepung mocaf ini non gluten, sehingga lebih sehat jika dibandingkan dengan tepung lainnya. Hal itulah yang semakin menambah semangat mereka untuk mewujudkan “Mocaf Bakery.”

“Mocaf Bakery” adalah cita-cita panjang dari produksi tepung mocaf yang tengah digeluti kelompok tani binaan Rumah Zakat ini. Tepung mocaf ini non gluten, sehingga lebih sehat jika dibandingkan dengan tepung lainnya. Hal itulah yang semakin menambah semangat mereka untuk mewujudkan “Mocaf Bakery.”

“Pembuatan tepung mocaf ini panjang dan memerlukan kesabaran karena melalui proses fermentasi, pengeringan hingga kemudian digiling jadi tepung. Selanjutnya kami sedang merangkak untuk membuat toko roti berbahan baku mocaf. Kami mohon doanya,” ujar Herman optimis.

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi