MENCEGAH CACINGAN PADA ANAK

24237-hd-face-paint-childrenCacing adalah binatang kecil, melata, tidak berkaki, tubuhnya bulat atau pipih panjang dan tidak beranggota (ada yg hidup di air, tanah, perut manusia, atau perut binatang). Tidak semua cacing merugikan. Cacing yang merugikan adalah yang hidup sebagai parasit dalam usus halus dan hati manusia.

Saat ini anak usia sekolah dasar yang terinfeksi cacing masih tergolong tinggi yaitu 21% dari 60% orang Indonesia yang terinfeksi. Apabila anak sudah terinfeksi cacing, maka pertumbuhannya akan terganggu. Sebab cacing menghisap zat gizi terutama protein dan darah manusia. Dampak lebih lanjut dapat menyebabkan anemia, gizi buruk, dan penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah tertular penyakit lain.

Jenis cacing yang menjadi parasit dalam perut manusia antara lain, cacing cambuk, cacing tambang, cacing gelang, cacing pita, dan cacing kremi. Cara penularannya dari makanan dan minuman yang terkontaminasi telur cacing. Telur cacing biasanya berasal dari tanah yang tercemar tinja manusia yang sudah terinfeksi cacing. Tanah ini menempel pada sayuran dan buah kemudian dimakan sampai ke usus dan berkembangbiak di dalam usus.

Cacing kremi penularannya bisa dari pakaian dalam, sprei, jari tangan penderita dan mainan yang terkontaminasi telur cacing. Jenis cacing tambang penularannya dari larva cacing masuk melalui kulit kaki dan mengikuti peredaran getah bening sampai di usus.

Anak yang sudah terinfeksi cacing akan menunjukkan beberapa gejala. Seperti badan lesu tidak bergairah, kurus meski porsi makan besar, perut buncit, mata sayu, dan bila terinfeksi cacing kremi suka garuk-garuk anus. Gejala selanjutnya anemia, susah makan, dan menurunnya tingkat konsentrasi/kecerdasan.

Apabila sudah terlihat gejala-gejala tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah memeriksa tinja dan anus anak. Apabila terdapat cacingnya, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Untuk mencegah terinfeksi cacing, ajari anak kebiasaan pola hidup sehat sejak dini dan berlaku pula untuk anggota keluarga lainnya, misalnya :
1. Mencuci tangan sebelum makan, sesudah main, sesudah buang air kecil/besar dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik. Gunakan air yang benar-benar bersih, bukan air sungai atau air bekas cuci tangan orang lain.

2. Gunting dan bersihkan kuku. Tujuannya untuk menghindari telur cacing terselip dalam kuku dan masuk lewat makanan yang dipegang.

3. Mencuci bahan makanan yang akan diolah dengan air bersih yang mengalir. Hal ini bertujuan untuk menghindari cacing yang penularannya melalui tanah.

4. Biasakan gunakan alas kaki. Beberapa jenis cacing masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit. Sebab itu biasakan menggunakan alas kaki saat berjalan di tanah. Apalagi bila tinggal di lingkungan yang sanitasinya buruk.

5. Apabila sudah terinfeksi cacing kremi, hindari menggaruk anus. Sebab ini akan menyebabkan telur akan menempel ke semua benda yang dipegangnya.

6. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Mencuci sprei, baju, handuk, mainan anak, dll. Menguras bak mandi minimal seminggu sekali.

7. Buang air besar di WC, bukan di tanah atau sungai. Hal ini termasuk pula menjaga sanitasi yang baik di lingkungan.

8. Minum obat anti cacing setiap 6 bulan sekali atau sesuai petunjuk dokter. Bila perlu usahakan untuk cek kesehatan rutin.

Sumber: fimadani.com

Tags :
Konfirmasi Donasi