MENEPATI WAKTU SHALAT

Salmiah Made

Rumah Zakat-Makasar

Melaksanakan kewajiban shalat wajib lima kali dalam sehari sebenarnya tidak berat. Tetapi sering kali terjadi, ibadah ini tidak bisa terlaksana dengan sempurna gara-gara berbenturan dengan padatnya jadwal sehari-hari. Jadwal kegiatan sering masih lebih diutamakan, sehingga shalat tertunda-tunda dan terabaikan. Dalam kondisi seperti ini tentu saja hikmah dan manfaat shalat tidak bisa dinikmati, dan pelakunya tidak bisa merasakan shalat sebagai kebutuhan, melainkan hanya sebagai kewajiban dan beban saja.

Sudah waktunya kita lebih mengutamakan urusan shalat ketimbang yang lain. Begitu pentingnya pertemuan langsung dengan Alllah ini sehingga harus kita upayakan pelaksanaannya tepat sesuai adzan berkumAndang, tanpa menunda-nundanya lagi, kecuali jika ada beberapa urusan yang darurat dan tak bisa ditunda.

Bagaimana mengatur jadwal hidup agar memungkinkan untuk melakukan shalat tepat waktu ? Beberapa kiat dibawah ini akan cukup membantu.

1. Atur Pola Hidup

Apa bila Anda orang yang baru ingat kewajiban shalat ketika mendengar suara adzan berkumAndang, Anda perlu berhati-hati. Ibadah pokok bisa terabaikan hanya karena suara adzan tidak sampai ketempat Anda berada.

Dalam kondisi seperti ini, berbagai macam kesibukan membuat Anda begitu terbenam dalam keasyikan. Apakah kerja di kantor, di rumah, menonton televisi, berbelanja, belajar, membaca, ngobrol dengan tetangga atau apa saja, telah membuat Anda lupa waktu. Barulah ketika kesibukan usai dan Anda melihat jam, ternyata sudah masuk waktu shalat bahkan sempat terlambat satu jam lebih !

Jangan biarkan pola hidup ini berlangsung terus. Bukan jadwal shalat yang harus menyesuaikan dengan jadwal kita, melainkan jadwal kita yang harus disesuaikan dengan jadwal shalat. Pola hidup harus diatur sehingga kita bisa shalat tepat diawal waktu. Ubahlah pola hidup yang keliru. Jika Anda telah mampu merasakan datangnya waktu adzan (shalat) tanpa melihat jam dan tanpa mendengar adzan berkumAndang, berarti Anda telah berhasil.

2. Waktu Shalat Sebagai Patokan

Untuk mulai mengubah pola hidup. Kita awali dengan menentukan jadwal kehidupan kita yang baru. Pertama, jadikan jadwal shalat sebagai patokan. Tulis dulu di sebuah kertas kosong kelima jadwal tetap dan wajib ini.

Dengan patokan jadwal shalat ini kita akan memiliki empat alokasi waktu utama dalam 24 jam. Yang pertama kita sebut pagi yaitu antara Subuh hingga Dzuhur. Selanjutnya siang, antara Dzuhur hingga Ashar. Dari Ashar sampai Magrib kita sebut sore. Dan terakhir malam hari, mulai Isya hingga Subuh sementara rentang waktu Magrib dan Isya kita jadikan alokasi waktu cadangan, mengingat pendeknya waktu ini, sehingga tidak terlalu efektif jika dipergunakan untuk kegiatan yang makan waktu panjang.

3. Tentukan Jenis Kegiatan

Lanjutkan dengan mencatat semua rencana kegiatan kita dalam sehari. Pilih-pilih dalam dua jenis, yaitu kegiatan yang rutinitas dengan kegiatan yang bervariasi. Kegiatan rutinitas adalah kegiatan yang sehari-hari pasti terulang seperti bangun tidur, mandi, sarapan, menonton televisi, belajar dsb sementara kegiatan bervariasi adalah yang berubah setiap hari misalnya kita berencana hari ini akan pergi membayar asuransi kebank, juga membelikan alat sekolah untuk anak-anak. Kemudian esok ada rencana menjenguk teman sakit, memasak kue untuk PKK, dsb.

4. Sesuaikan Rutinitas

Karena kegiatan rutinitas akan selalu kita lalui setiap hari, maka penting untuk mengatur jadwalnya terlebih dulu. Tetapkan apa saja kegiatan rutinitas disetiap alokasi waktu yang sudah kiat miliki. Geser-geser sedemikian rupa sehingga pengaturannya bisa efektif. Ingat jangan sampai ada yang menabrak jadwal shalat yang sudah dipatokkan. Dan jangan pula lupa menyediakan tak kurang dari lima menit waktu sebelum adzan sebagai persiapan menjelang shalat.

5. Variasi Jadwal Kegiatan

Penentuan akan lebih mudah, karena kita telah memiliki empat alokasi waktu utama. Sesuaikan waktu yang paling tepat untuk masing-masing kegiatan yang direncanakan setiap hari, tanpa harus menabrak jadwal shalat.

Kalau pun terpaksa harus menabrak, maka rencanakan jalan keluarnya sehingga tak perlu harus menunda pelaksanaan shalat wajib. Jika jadwal shalat terpotong waktu kuliah, mintalah ijin untuk melaksanakan shalat kepada dosen barang sepuluh hingga lima belas menit. Jika jadwal shalat tiba saat kita sedang berbelanja, carilah tempat shalat disana yang menungkinkan kita bisa segera shalat.

Misalnya ada rencana bepergian sementara waktu menunjukkan sepuluh menit menjelang adzan. Lebih baik ditunda dulu jika memungkinkan. Lebih Afdhal jika melaksanakan shalat dulu dengan sempurna barulah kita bepergian dengan tenang.

Semua daftar kegiatan tersebut kita jadwal sebaik mungkin sehingga memungkinkan kita melaksanakan shalat bukan saja tepat waktu, tetapi dalam keadaan tenang dan khusyuk. Barulah ketika upaya telah dilaksanakan tetapi tetap tidak memungkinkan untuk shalat tepat waktu. Insya Allah, Dia akan memakluminya.

Tags :
Konfirmasi Donasi