MENGAPA BAYI SUKA GIGIT TEETHER?

Bayi suka menaruh mainan di mulut. Mereka mengulum, menggigit, dan mengunyah mainan sendiri. Mengapa bayi sangat suka melakukannya?

Tumbuh gigi adalah proses perkembangan bayi yang membuat orang tua harap-harap cemas. Banyak orang tua percaya bayi mereka akan tumbuh gigi saat mulai ngiler berlebihan.

Orang tua sering mencari cara memasukkan jari ke mulut anak mereka untuk memeriksa munculnya gigi pertama di gusi si kecil. Bayi bisa diberi alat bantu, namanya teether. Ini adalah mainan yang bisa dimasukkan bayi ke mulut mereka saat gigi baru berkembang.

Dilansir dari The Spruce, memang benar bayi merasa lega dan senang bisa mengunyah mainan saat gusi mereka gatal kala gigi baru tumbuh. Gusi rasanya lebih enak saat ditekan sebuah benda lembut.

Beberapa orang tua lebih suka menggunakan teether yang dimasukkan ke lemari pendingin terlebih dahulu. Ini memberi kesejukan pada gusi bayi. Hindari membekukan teether berhari-hari, sebab bisa terasa keras, sakit, sehingga tidak nyaman saat digigit si kecil.

Ada banyak alasan mengapa bayi ingin memasukkan teether ke mulut mereka untuk dikunyah. Ini bukan sekadar alasan gigi mereka baru tumbuh, melainkan juga bagian dari perkembangan anak. Bayi akan memasukkan benda-benda ke mulut mereka sejak usia dini.

Semua yang mereka sentuh seakan ingin dimasukkan ke mulut dan dimainkan dengan lidah. Gerakan-gerakan menggigit teether ini adalah dasar si bayi memelajari suara dengan cara babbling. Mereka juga belajar mengatakan ujaran pertama, seperti ‘mamama,’ ‘dadada,’ atau ‘bababa.’

Karena suka mengunyah, terutama saat sedang tumbuh gigi, orang tua tak perlu terkejut jika bayinya menggigit selimut, mainan boneka favorit mereka, pinggiran buku, kunci, hingga jari jemari.

Teether terbuat dari beberapa bahan, seperti karet, silikon, plastik, bahkan kayu. Teether juga dijual dalam berbagai bentuk, warna, dan ukuran. Ada teether bulat sehingga mudah digenggam bayi. Ada juga teether yang ujungnya meruncing dan mengecil, sehingga mudah dimasukkan bayi ke mulutnya.

Selalu awasi bayi saat sedang menggunakan teether. Carilah teether yang bisa dipegang bayi, namun tetap aman saat masuk ke dalam mulut mereka. Teether yang terlalu besar atau terlalu kecil kurang aman untuk bayi.

Hal terpenting perlu diingat saat memilih teether adalah memastikan produknya aman bagi bayi atau foodgrade. Pilih juga bahan bebas phthalate dan BPA. Cari tahu apakah teether pilihan orang tua terbuat dari cat yang ridak beracun.

Jaga kebersihan teether. Cuci setiap hari setelah digunakan bayi. Cuci segera jika teether jatuh ke lantai atau tanah.

Sumber : republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi