MENGATUR POLA MAKAN BALITA

Oleh: Hilmi Sulaiman, MKM

Assalamualaikum Wr Wb.
Dokter bagaimana mengatur menu anak usia 4 tahun. Anak saya BB nya diatas normal. Dengan tinggi sekitar 100 cm, berat antara 22-23 kg. Dia selalu lapar dan minta makan terus. Apa kandungan gizi yang paling diperlukan untuk anak seusia itu agar BB nya juga seimbang?

Bunda Rima.

Jawaban:
Waalaikumsalam Wr.Wb.,
Terimakasih Bunda Rima atas pertanyaanya. Masalah yang ditanyakan ini sangat penting, karena persoalan gizi adalah persoalan kesehatan utama bagi balita. Di negara kita sendiri, selain masih banyaknya persoalan terkait kekurangan gizi, belakangan ini masalah kelebihan gizi juga semakin banyak ditemukan.

Untuk kasus anak Bunda Rima, seharusnya ada informasi apakah anak Bunda laki-laki atau perempuan. Sebab, terdapat sedikit perbedaan dalam penghitungan status gizi yang membandingkan berat badan dan tinggi badan, antara anak laki-laki dan anak perempuan, meskipun nilainya tidak terlalu besar.

Dalam perhitungan saya, untuk anak usia 4 tahun, anak Bunda tergolong memiliki tinggi badan sedang, dan berat badan yang memang cenderung berlebih. Dengan menghitung perbandingan antara berat badan dan tinggi badan anak Bunda di kurva status gizi standar dari WHO, maka sebetulnya anak Bunda termasuk dalam kategori obesitas. Kondisi tersebut tentu kurang baik, meskipun secara fisik anak bisa jadi terlihat lucu dan menggemaskan. Anak yang mengalami obesitas, dalam jangka panjang memiliki risiko lebih tinggi dan lebih cepat untuk terkena beberapa penyakit metabolik, seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, pengaturan glukosa, gangguan kulit, dan lain sebagainya.

Kondisi yang terjadi pada anak Bunda tentu membutuhkan upaya khusus untuk menurunkan berat badan anak tersebut. Namun, upaya untuk membiasakan anak memiliki pola makan yang baik dan akhirnya memiliki status gizi yang normal adalah tujuan yang lebih prioritas dibanding “sekadar” menurunkan berat badan anak.

Adapun beberapa hal yang saya sarankan bagi Bunda Rima, dan ibu-ibu lain yang memilki masalah serupa, diantaranya adalah:
1. Mengurangi kebiasaan makan sebelum tidur. Pada saat tidur, metabolisme tubuh cenderung melambat, sehingga banyak kalori hasil konsumsi makanan yang tidak digunakan. Hal ini tentu akan memicu timbulnya kegemukan. Pada kondisi kegemukan, hormon pertumbuhan akan terhambat kerjanya, sehingga anak seringkali jadi kurang pertumbuhan tingginya, dan tubuh anak semakin tidak proporsional.
2. Membiasakan anak melakukan olahraga. Olahraga pada anak adalah dengan membiarkan anak bermain yang melibatkan banyak aktivitas fisik di luar rumah.
3. Melatih anak mengurangi konsumsi makanan manis, karena makanan manis cenderung lebih cepat memicu lapar, yang biasanya sudah timbul setengah jam setelah makan.
4. Memperbanyak serat dari sayur dan buah-buahan agar anak merasa kenyang lebih lama.
5. Mempertahankan variasi makanan yang seimbang dalam komposisi makanan anak antara karbohidrat, protein, dan lemak

Seorang anak, terutama balita, pada dasarnya membutuhkan lemak yang cukup banyak sebagai nutrisi perkembangan otak. Sumber lemak terbaik adalah dari lemak minyak kelapa sawit, alpukat, almond, mentega (butter), dan minyak zaitun. Sumber lemak seperti dari margarin atau minyak jelantah sebaiknya dihindari karena sulit dipecah sehingga tertimbun dalam tubuh, dan berujung pada kegemukan dan gangguan pada peredaran darah.

Demikian jawaban saya atas pertanyaan Bunda Rima. Semoga beberapa tips yang saya sampaikan di atas dapat membantu Bunda dan ananda agar memiliki pola makan yang lebih sehat dan gizi yang lebih baik, bukan berlebih. Salah satu cita-cita tertinggi kita sebagai orang tua adalah memiliki anak yang soleh. Dan hal tersebut tentu harus dimulai dengan memiliki anak yang sehat, yang diawali dari status gizi yang baik.

Wassalamualaikum Wr Wb

Tags :
Konfirmasi Donasi