CERITA RELAWAN: MESKI TINGGAL DIPENGUNGSIAN, ANAK – ANAK TETAP CERIA

LOMBOK. Tawa riang anak-anak menyambut kedatangan relawan Rumah Zakat, saat menyalurkan bantuan ke Kamp Kayangan Pos 1, Dusun Lokorangan, Desa/Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/9). Mereka berlarian kegirangan saat Nyoto, salah satu relawan menggendong seorang anak untuk bermain dan berfoto dilahan kamp pengungsian.

Udara panas dan berdebu tidak menutupi senyum di wajah mereka, padahal kesehatan anak-anak tersebut bisa terancam. “Saya sangat prihatin dengan kondisi anak-anak di pengungsian, lingkungannya sangat dipenuhi debu dan udaranya panas”, kata Nyoto.

Keberadaan anak-anak di kamp pengungsian menjadi hiburan tersendiri, meskipun dalam kondisi memprihatinkan tapi mereka masih bisa ceria menjalani kehidupan sehari-hari di tempat tersebut. Nyoto merasakan kedekatan relawan dengan korban gempa terutama anak-anak di kamp pengungsian makin hari makin erat. “Kasihan kalo liat mereka ditinggal relawan, suka nangis”, tambahnya.

Dampak gempa yang terjadi pada Minggu (5/8) sekitar pukul 19.46 WITA di Lombok, Nusa Tenggara Barat hingga kini masih terlihat. Selain dampak fisik, dampak psikis pun masih terasa.

Warga masih enggan tinggal di rumah, mereka lebih memilih beraktifitas di tenda karena guncangan yang mencapai 7,0 skala richer turut merobohkan kekuatan hati mereka.

Hampir di seluruh kawasan Lombok terutama Lombok Utara dan Lombok Timur terlihat tumpukan reruntuhan bangunan. Tidak sedikit warga dibantu relawan dan petugas mengumpulkan harang berharga yang tersisa yang bisa sedikit menghibur duka lara.

“Kini warga perlahan bangkit, mulai membangun rumah dan kehidupan mereka. Sedikit demi sedikit semua lini kehidupan mulai ditata, walaupun ingatan goncangan belum sepenuhnya terlupakan namun mereka harus tetap bertahan,” tambah Nyoto.

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi