Nasihat Ummu Mu’asyiroh sebelum Nikah

Wahai anakku, Engkau akan menghadapi kehidupan baru, yaitu kehidupan tiada tempat lagi bagi ibu dan bapakmu atau seseorang dari keluargamu. Yang akan menjadi temanmu adalah saeseorang laki-laki yang tiada ingin orang lain mencampuri urusannya padamu, sekalipun itu dari pihak keluargamu sendiri. Jadilah engkau isteri yang baik bagi suamimu dan ibu bagi anak-anakmu. Jadikanlah suamimu merasakan, bahwa engkau adalah segalanya dalam meniti kehidupan di dunia ini.

Ingatlah selalu olehmu, dengan sedikit perkataan manis akan cukup membuat laki-laki (suami) bahagia. Jangan sampai suamimu merasa, bahwa pernikahanmu dengannya menyebabkan engkau jauh dari kerabat dan keluargamu. Sesungguhnya perasaan ini telah menyita perhatianya. Karena, iapun telah meninggalkan rumah kedua orang tua dan keluarganya demi engkau. Maka, ia tiada bedanya dengan engkau.
Perempuan selalu merindukan keluarga dan rumah asalnya, tempat dimana ia dilahirkan, dibesarkan dan belajar. Akan tetapi, sebagai seorang isteri, ia harus bisa mengadaptasikan dari kehidupan yang baru. Seorang isteri harus bisa membina kehidupan dengan seorang laki-laki yang menjadi suami, pengayom, dan bapak bagi anak-anaknya???.inilah duniamu yang baru.

Wahai anakku,
Ini adalah kehidupanmu untuk masa kini dan masa yang akan datang. Ini adalah bangunan rumah tangga yang engkau bina bersama suamimu. Adapun orang tuamu adalah masa lalu. Aku tidak ingin dirimu melupakan bapak, ibu dan saudara-saudaramu. Karena, mereka tidak akan melupakanmu selamanya.

Wahai buah hatiku,
Bagaimana mungkin ibu melupakan kenangan indah bersamamu. Akan tetapi, aku minta darimu untuk mencintai suamimu dan kehidupan bersamanya dangan bahagia.???

Dikutip dari:
Mahmud Mahdi Al Istanbuli, Kado Perkawinan hal 107; Pustaka Azzam.

Tags :
Konfirmasi Donasi