[:ID]NGEMBANGKAN KEBUN GIZI MELALUI PROGRAM DESA BERDAYA[:en]DEVELOP NUTRITION GARDENS THROUGH EMPOWERMENT VILLAGE PROGRAM[:]

[:ID]TEMANGGUNG. Selasa (24/09/19) – Rumah Zakat mengembangkan kebun gizi melalui Program Desa Berdaya. Di Desa Kedungumpul, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung Jawa Tengah, program ini dikombinasikan dengan budidaya tanaman obat.

Untuk memudahkan warga memahami kebun gizi, Rumah Zakat membuat kebun gizi percontohan yang diletakkan di halaman rumah Fasilitator Rumah Zakat Desa Kedungumpul.

Pada sore ini (24/09) kebun gizi didatangi anak anak yang akan mengadakan belajar kelompok di Rumah Belajar Sregep Sinau. Mereka menyempatkan melihat tanaman obat yang ada di kebun gizi dan bertanya mengenai kegunaannya.

Anantiyo Widodo, Fasilitator Rumah Zakat Desa Kedungumpul mencoba menerangkan khasiat dari tanaman obat yang ada.

“Tanaman obat itu bisa bermanfaat untuk kesembuhan, namun tetap harus memperhatikan takaran.” terang Anantiyo.

Ia mencontohkan seperti tanaman sambang darah, tanaman ini mengandung getah beracun, namun bisa dijadikan obat pendarahan dan penyakit dalam. Tentunya dengan porsi yang sesuai.

Newsroom

Anantiyo Widodo / Hanaa Afifah[:en]

TEMANGGUNG. Tuesday (09/24/19) – Rumah Zakat develops a nutrition garden through the Empowered Village Program. In Kedungumpul Village, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung Central Java, this program is combined with the cultivation of medicinal plants.

To make it easier for residents to understand the nutritional garden, Rumah Zakat creates a pilot nutrition garden which is placed on The Facilitator Rumah Zakat of the Kedungumpul Village.

On this afternoon (24/09) the nutrition garden was visited by children who will hold a group study at Sregep Sinau Learning House. They took a look at the medicinal plants in the nutritional garden and asked about their use.

Antantiyo Widodo, Rumah Zakat Facilitator at Kedungumpul Village, tried to explain the efficacy of the existing medicinal plants.

“Medicinal plants can be useful for healing, but still have to pay attention to the dose,” Anantiyo explained.

He gave an example like a blood-spreading plant, this plant contains poisonous sap, but can be used as a drug for bleeding and internal medicine. Of course, with the appropriate portion.

Newsroom

Antantiyo Widodo / Hanaa Afifah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia