PELAJARI AL QURAN LEBIH UTAMA DARI ORANG YANG BERDOA

Al quran adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkan berarti menegakkan agama, sehingga sangat jelas keutamaan mempelajari dan mengajarkannya. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya dan akan lebih sempurna lagi jika mengetahui maksud dan kandungannya.

Dari Abu Sa’id ra bersabda Rasulullah SAW, “Rabb Tabaraka wa Ta’alaberfirman, ‘Barangsiapa disibukkan dengan Alquran daripada berzikir dan berdoa kepada-Ku, niscaya Aku beri ia sesuatu yang terbaik yang Aku berikan kepada orang yang meminta kepada-Ku. Dan keutamaan Kalamullah terhadap kalam lainnya seperti keutamaan Allah terhadap makhluk-Nya.” (H.R.Tirmidzi)

Dikutip dari buku “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a bahwa seseorang yang sibuk menghafal, mempelajari, atau memahami Alquran sehingga tidak sempat berdoa, maka Allah akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada yang telah diberikan kepada orang yang berdoa.

Sebagaimana dalam urusan keduniaan, jika seseorang akan membagikan kue atau makanan kepada orang banyak, lalu ia memilih seseorang untuk membagikannya, maka bagian untuk orang yang bertugas membagikannya akan disisihkan terlebih dahulu.

“Dari Uqbah bin Amir ra ia berkata, “Rasulullah SAW dan keluar menemui kami di Shuffah. Beliau bersabda, “Siapakah di antara kalian yang suka setiap pagi pergi ke pasar Buthan atau Aqiq, kemudian pulang membawa dua ekor unta betina yang berpunuk besar tanpa berbuat dosa atau memutuskan silaturrahmi?’ Maka kami menjawab, ‘Ya Rasulullah, setiap kami menyukainya.’

“Kemudian beliau melanjutkan sabdanya, ‘Mengapa salah seorang dari kalian tidak pergi pada pagi hari ke masjid lalu belajar atau membaca dua ayat Alquran, (padahal) itu lebih baik baginya daripada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor unta betina dan seterusnya, sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah unta yang sama.” (H.R. Muslim)

Shuffah adalah sebuah lantai khusus di Masjid Nabawi, tempat orang-orang miskin Muhajirin tinggal di sana. Jumlah sahabat ahlush-shuffah selalu berubah dari waktu ke waktu. Allamah Sututi ra telah menulis seratus satu nama sahabat yang tinggal di Shuffah, dan ia menulis tentang mereka di dalam risalah tersendiri. Sedangkan Buthan dan Aqiq adalah nama dua tempat di Madinah sebagai pasar perdagangan unta. Orang Arab sangat menyukai unta, terutama unta betina yang berpunuk besar.

Maksud ‘tanpa berbuat dosa’ adalah tanpa suatu usaha. Bukan sebagaimana harta seseorang yang dapat bertambah banyak melalui pemerasan atau mencuri dari orang lain, atau dari merampas warisan sesama saudara. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW menafikan semua cara itu, yaitu tanpa bersusah payah sama sekali atau berbuat dosa.

Semua orang tentu senang memperolehnya, tetapi disebutkan bahwa mempelajari beberapa ayat Alquran itu lebih baik dan lebih utama daripada mendapatkan semua itu. Pahala membaca ayat Alquran akan bermanfaat selama-lamanya.

Dalam urusan keduniaan sering disaksikan bahwa seseorang yang diberi satu rupiah tanpa beban tanggung jawab apapun akan lebih senang, daripada dipinjami seribu rupiah agar disimpan olehnya. Tetapi kelak akan diambil lagi karena ia terbebani amanah tanpa mendapatkan manfaat sedikit pun.

Sumber : republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi