[:ID]PENDIDIKAN UNTUK ANAK – ANAK MOJONGSONGO[:en]EDUCATION FOR CHILDREN IN THE MOJONGSONGO EMPOWERED VILLAGE[:]

[:ID]SOLO. Salah satu pemberdayaan yang dilakukan Rumah Zakat di Desa Berdaya Mojosongo adalah pendidikan, anak – anak binaan di wilayah ini diberikan beasiswa serta pembinaan Reguler. Beasiswa yang diberikan berupa uang untuk kebutuhan pendidikan dan uang transportasi.

Ada delapan anak di wilayah Mojosongo yang menjadi penerima manfaat program pendidikan. Mayoritas dari mereka tergolong keluarga kurang mampu serta memiliki masalah finansial. Karena kondisi tersebut pada akhirnya orang tua mereka lebih fokus pada memenuhi kebutuhan sehari-hari ketimbang pendidikan agama anak-anaknya.

“Di sekolah juga pelajaran agama tidak begitu memfokuskan soal diniyah-nya, nah kita ingin memback-up itu di pembinaan yang dilakukan,” pungkas Lisana Widi Susanti, Fasilitator Desa Berdaya Mojosongo di bidang pendidikan.

Selain di Mojosongo, masih ada sekitar 200 penerima manfaat Beasiswa Anak Juara lainnya dari tingkat SD sampai mahasiswa di Kota Solo dan 30% dari mereka adalah yatim.  Salah satu anak juara yang dibina oleh Rumah Zakat sejak duduk di bangku SD hingga kini SMA adalah Hanifan Fiddin.

Meski kondisi keluarganya sangat sederhana, anak pertama dari empat bersaudara ini tidak pernah merasa kekurangan. Bahkan dengan semangatnya Hanifan bisa menjadi kebanggan bagi orang tuanya. Siswa yang duduk di kelas 11 SMAN 4 Surakarta ini membuktikan bahwa dengan keinginan dan tekad yang kuat, siapapun bisa meraih segudang prestasi. Sampai sekarang siswa yang akrab disapa Hanif ini sudah meraih tujuh medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perungu.

“Ayahnya seorang penjual mainan keliling, kalau ibunya, di rumah mengurus adik-adiknya Hanifan. Menurut Ibunya, Hanifan itu anak yang patuh, enggak bandel dan sangat dekat dengan adik- adiknya, Hanifan juga termasuk anak asuh yang rajin mengikuti pembinaan setiap dua pekan sekali.” ujar Lisana.

Newsroom / Dian Ekawati

Solo

 [:en]SOLO. One of the empowerment done by Rumah Zakat Mojosongo Empowered Village is education, the targeted children in the region are awarded scholarships as well as Regular mentoring. Scholarships are given in the form of money for the needs of education and transportation money.

There are eight children in the Mojosongo area who are awarded with the program. The majorities of them belong to poor families and have financial problems. Because of that condition, ultimately their parents focus more on fulfilling daily needs rather than children’s religious education.

“In school also religious lessons are not so focused on diniyah like this, well we want to back-up it through mentoeing “added Lisana Widi Susanti, Empowered Village Facilitator in education.

In addition to Mojosongo, there are still about 200 beneficiaries of Anak Juara Scholarships from elementary to university level in Solo and 30% of them are orphans. One of Anak Juara who joined as Rumah Zakat foster children since elementary school until now high school is Hanifan Fiddin.

Despite the very simple family conditions, the first child of four siblings never felt deprived. Even with his zeal Hanifan can become the pride of his parents. Students who are in grade 11 of SMAN 4 Surakarta proves that with a strong desire and determination, anyone can achieve a myriad of achievements. Until now the student who is familiarly called Hanif has won seven gold medals, two silver medals, and three purple medals.

“His father is a toy-traveling salesman, his mother at home taking care of his younger siblings. According to his mother, Hanifan is obedient child, he is not stubborn and very close to his younger siblings, Hanifan also included diligent foster children follow mentoring every two weeks, “Lisana said.

Newsroom / Dian Ekawati

Solo[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia