PESANTREN LANSIA DI LERENG PEGUNUNGAN GAJAHMUNGKUR

SEMARANG. Di lereng Pegunungan Gajahmungkur, tedapat bukti bahwa tradisi menjaga dan menghormati orang tua masih terpelihara. Pondok pesantren kasepuhan raden rahmat, mendedikasikan diri untuk mengajarkan ilmu agama dalam suasana yang jauh dari keramaian, untuk para lansia sebagai bekal menuju kehidupan yang Husnul Khotimah.

Para santrinya memang tak lagi muda, namun semangat perdalam ilmu agama, masih mengelora. Berdiri pada bulan Januari 2018, Tak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, Pondok Pesantren Raden Rahmat, juga rutin menggelar aksi sosial.

Bekerja sama dengan puskesmas dan pihak-pihak yang peduli, secara rutin mereka lakukan visitasi. Perlu kesabaran dan perlakuan yang ekstra hati-hati, saat melakukan pengecekan kesehatan bagi para lansia, karena fungsi tubuh tak lagi sempurna, ragapun telah dirongrong oleh usia.

Muhammad Ubai, Salah satu lansia penderita tuna netra merasa sangat senang sekali dengan kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah para lansia, yang dilakukan oleh gabungan Tim Puskesmas, Kader Lansia, Kadus Setempat dan Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat.

“Saya Senang dengan kegiatan pesantren ini, yang rutin mengecek kesehatan para lansia seperti saya ini, saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, karena banyak manfaatnya”, ucap Ubai.

Tak hanya perhatian medis, para lansia juga mendapat pendampingan secara agamis. Raga boleh menua, tapi kepada Tuhan tak boleh lupa. Semangat hidup terus dipompa, melalui bacaan ayat-ayat suci dan doa. Tahun ini pondok pesantren kasepuhan raden rahmat menargetkan seratus lansia yang akan didampingi.

Seiring bertambahnya santri yang kini mencapai 21 orang, pesantren kasepuhan raden rahmat berencana membangun kelas dan asrama para santri lansia yang lebih layak diatas tanah wakaf seluas 4.000 meter yang terletak di Dukuh Krajan Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Untuk sementara ini para santri menempati rumah ukuran 8 x 15 sebagai ruang kelas dan ukuran 6 x 10 untuk Asrama, kedua rumah tersebut milik warga, Sudarti, (60) yang di pinjamkan ke Yayasan pitutur luhur

“Kami Yayasan Pitutur Luhur yang menaungi Pesantren ini, mengetuk pintu hati para sahabat donatur untuk bersama-sama peduli dengan para lansia. Doa anda begitu mulia, donasi anda begitu berharga, untuk kebahagiaan para lansia” ujar salah satu pengurus yayasan.

Sumber : Sharinghappiness.org

Tags :
Konfirmasi Donasi