RAMADHAN: APA SAJA YANG DISIAPKAN?

menu buka puasaOleh: Ahmad Gozali

Ramadhan datang, persiapan sudah mulai terlihat bahkan sebulan sebelum bulan ini tiba. Supermarket memajang banyak stok barang yang laris di bulan puasa, mulai dari biskuit kaleng, sirup, sampai buah kurma sudah mulai dipajang di rak-rak mereka.

Lalu persiapan apa yang harus kita lakukan? Secara keuangan, bersiaplah untuk keluar uang lebih banyak di bulan Ramadhan.

Tak dapat dipungkiri, di bulan puasa pengeluaran kita malah bertambah naik bukannya bertambah turun walaupun konsumsi makan kita “seharusnya” berkurang. Yang menjadi tidak wajar adalah kalau kita tidak mengantisipasi hal ini, padahal sudah setiap tahun berlangsung. Tidak wajar juga kalau di bulan puasa pengeluaran naik untuk meningkatkan kuantitas makanan bukan kualitas makanan, karena tidak sesuai dengan maksud diperintahkannya kita berpuasa.

Duduk bareng yuk dengan semua anggota keluarga. Coba bicarakan rencana menghadapi puasa dan lebaran. Apa saja menu yang diinginkan terhidang di meja makan sebaiknya dibicarakan, karena pemborosan sering terjadi saat masing-masing anggota keluarga punya daftar menu yang berbeda. Daripada berbeda-beda menu yang bikin meja makan makin sempit, lebih baik bergantian mengatur menu pilihan. Diskusi menu Ramadhan ini bisa diselingi dalam obrolan peningkatan ibadah di bulan Ramadhan. Sekaligus juga pembiasaan untuk anak yang masih belajar berpuasa.

Tak kalah pentingnya, yaitu rencana menghadapi lebaran. Apa saja agendanya selama liburan lebaran? Apakah mudik? kemana, naik apa, tanggal berapa dan berapa lama akan menentukan biayanya. Semakin awal dibicarakan, semakin banyak alternatif penghematan yang bisa didapatkan.

Lalu darimana sumber dananya? Saya sering sampaikan agar menghitung pengeluaran dan penghasilan secara tahunan. Agar di saat ada pengeluaran besar, ada alokasinya dari penghasilan di bulan-bulan lainnya. Bisa manfaatkan THR, tabungan khusus untuk lebaran, atau penghasilan tambahan di bulan puasa. Penghasilan tambahan di bulan puasa? Sepertinya menarik nih.

Kalau yang lain keluar uang lebih banyak di bulan puasa, kenapa tidak kita atur supaya kita berpenghasilan lebih banyak di bulan puasa. Kalau ada banyak orang “buang uang” di bulan Ramadhan, siapa yang menampung uang tadi? Kenapa tidak kita atur supaya kita jalan salah satu pihak yang menerima berkah keuangan di bulan Ramadhan.

Caranya sederhana, tinggal dibalik saja aliran uangnya. Banyak orang keluar lebih banyak uang untuk makanan, kenapa kita tidak jual makanan. Mulai dari makanan buka puasa, makanan sahur untuk anak kos, kue untuk hari raya, atau paket bahan makanan lengkap di hari raya. Banyak orang keluar banyak uang untuk beli pakaian baru. Lalu kenapa tidak kita manfaatkan untuk berjualan baju, kerudung, mukena atau sarung?

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan. Di bulan penuh berkah adalah saat yang baik untuk berbagi sedekah. Tidak semua beruntung bisa merayakan hari raya dengan gembira, kita kita manfaatkan untuk berbagi bersama mereka. Rencanakan hal ini juga dalam daftar pengeluaran kita, tentu saja prioritas pertama sesuai dengan prinsip Pay Your God First dalam buku Habiskan Saja Gajimu.

Tags :
Konfirmasi Donasi