[:ID]RAMADHAN DAN PENYUCIAN JIWA [:en]RAMADAN AND SOUL PURIFICATION[:]

[:ID]Oleh : Prof. Yunahar Ilyas

Dalam surah asy-Syams (91), Allah bersumpah dengan menyebut tujuh hal. Inilah sumpah yang paling banyak karena pada bagian lain Allah bersumpah dengan menyebut satu hal, dua, tiga, sampai empat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya apa yang akan disampaikan sesudah sumpah-sumpah itu.

Allah SWT berfirman: Demi mata hari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan ma lam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). (QS asy-Syams [91]: 1-7).

Setelah tujuh kali bersumpah, Allah menyampaikan bahwa setiap diri (nafsin/jiwa) punya potensi untuk durhaka dan untuk taat (taqwa).Potensi durhaka atau buruk itu tidak boleh dibiarkan berkembang, harus ditekan dan dimatikan. Sedangkan, potensi baik atau takwa ha rus dipeliha ra, dipupuk, dan dikembangkan.

Dalam bahasa Alquran, memelihara, memupuk, dan mengembangkan itu disebut dengan tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Beruntunglah orang yang mau berusaha untuk sungguh-sungguh menyucikan jiwanya dan rugilah orang yang membiarkan jiwanya kotor.

Untuk melakukan tazkiyatun nafs.Pertama, sebagai landasan teoretis, kita harus berusaha sungguh-sungguh memahami (1) hakikat jiwa dan bagaimana pengaruh kebaikan dan keburukan yang dilakukan terhadap kesucian jiwa, kemudian mengenal dan mencintai Tuhan yang menciptakan jiwa itu.

Terutama dengan mensyukuri segala kenikmatan yang dikaruniakan-Nya; (2) menyadari bahwa hawa nafsu kalau dikelola dengan baik akan berakibat positif untuk kebaikan diri, tetapi kalau dibiarkan tidak terkendali akan merusak; (3) menya dari dan mengingat selalu bahwa setan tidak akan pernah berhenti menje rumuskan umat manusia dengan segala macam cara; (4) menyadari bahwa segala kenikmatan hidup dunia belum ada artinya dibandingkan dengan kenikmatan yang akan didapat di surga; (5) menyadari bahwa kemak siatan dan kemungkaran kalau dibiarkan akan dapat merusak masyarakat dan menghancurkan segala kebaikan yang sudah bersusah payah dibangun.

Cara tazkiyatun nafs yang kedua adalah dengan melakukan amal ibadah praktis yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW untuk memperkuat mental-spiritual amalan-amalan praktis itu, antara lain adalah (1) mendirikan shalat lima waktu ditambah dengan shalat-shalat sunah, terutama shalat malam atau qiyam al- lailkarena sangat efektif untuk meningkatkan semangat juang dan ke tahanan mental; (2) mengerjakan pua sa Ramadhan ditambah puasa sunah Senin-Kamis, puasa Nabi Daud, atau puasa sunah lainnya; (3)membaca Alquran sebanyak- banyaknya, akan lebih baik lagi bila diikuti dengan pemahaman dan perenungan isinya; (4) berzikir dan berdoa, terutama memohon perlindungan Allah SWT dari godaan setan.

Bulan Ramadhan ini, lebih-lebih 10 hari terakhir, adalah waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan usaha penyucian jiwa.

sumber : republika.co.id[:en]In surah ash-shams (91), Allah swears by calling seven things. This is the greatest oath because in other parts Allah swears by mentioning one thing, two, three, to four. This shows how important what will be delivered after the oaths.

Allah Almighty says: By the eyes of the day and its light in the morning, and the moon when it is with it, and the day when it reveals it, and the night when covering it, and the heavens and the coaching, and the earth and its spreading, and the soul and its consummation. (QS ash-Shams [91]: 1-7).

After seven swears, Allah conveys that every self (nafsin / soul) has the potential for ungodliness and to obey (taqwa) .The potential of ungodly or evil should not be allowed to develop, must be suppressed and shut down. Whereas, the potential of good or piety is maintained, fostered, and developed.

In the language of the Qur’an, nourish, cultivate, and develop it is called tazkiyatun nafs or purification of the soul. Fortunate is the person who will try to sincerely purify his soul and lose the one who lets his soul get dirty.

To do tazkiyatun nafs. Firstly, as a theoretical foundation, we must seek to truly understand (1) the nature of the soul and how the influence of good and evil is done to the sanctity of the soul, then to know and love the God who created the soul.

Especially by being grateful for all the pleasures he bestowed; (2) to realize that lust if well managed will have a positive effect on the good of the self, but if left uncontrollable will destroy; (3) to remember and remember always that Satan will never stop formulating mankind in all sorts of ways; (4) to realize that all the pleasures of the life of the world have no meaning compared to the pleasures to be had in heaven; (5) to realize that the future of siatan and mungkaran if left will be able to destroy the community and destroy all the good that has been painstakingly built.

The second way of tazkiyatun nafs is by performing a practical worship service which is guided by the Prophet Muhammad to strengthen the mental-spiritual practice practices, among which are (1) establishing five-time prayers plus sunnah prayers, especially evening prayers or qiyam al – lail because it is very effective to improve morale and to mental prisoners; (2) working on Ramadhan plus sunna fasting Monday-Thursday, Daud fasting, or other sunnah fasting; (3) reading the Qur’an as much as possible, it would be better if followed by the understanding and contemplation of its contents; (4) remembrance and prayer, especially asking Allah’s protection from Satan’s temptations.

This month of Ramadhan, especially the last 10 days, is a great time to improve the purification of the soul.[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia