[:ID]RUMAH ZAKAT ADAKAN PELATIHAN BIOPLASTIK[:en]RUMAH ZAKAT STAGED BIOPLASTIC TRAINING FOR ITS BENEFICIARIES [:]

[:ID]RUMAH ZAKAT ADAKAN PELATIHAN BIOPLASTIKBOGOR. Saat ini penggunaan plastik semakin marak digunakan, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi hampir di semua daerah, bahkan sampai di daerah desapun pastik sangat mudah didapatkan. Hal tersebut tentu akan berdampak pada kebersihan lingkungan yang akan mencemari sungai dan perairan.

Salah upaya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik yang sering digunakan oleh industri rumah tangga, maka Rumah Zakat mengadakan pelatihan pembuatan bioplastik dengan menggunakan singkong. Pelatihan tersebut diselenggarakan di rumah warga yang berlokasi di kampung Nagrog RT.002, RW 012, Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang diselenggarakan pada Ahad, (30/04).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki keterampilan, salah satunya dengan membuat bioplastik. “Hasil dari bioplastik ini akan digunakan untuk kemasan makanan yang diproduksi oleh industri rumah tangga, seperti risoles, lemper dan dadar gulung.” Ujar Elan Jaelani Fasilitator Desa Berdaya.

Makanan yang dikonsumsi oleh konsumen tetap aman karena berbahan dasar organik. Dengan demikian, kemasan yang dibuang bekas makanan tersebut akan cepat hancur. Berbeda dengan plastik biasa yang memerlukan ratusan tahun dalam proses peleburannya.

“Semoga dengan adanya inovasi ini masyarakat bisa menduplikasi penggunaan bioplastik agar dapat mengurangi penggunaan sampah plastik, terutama pada industri-industri makanan, karena sampah merupakan tanggung jawab produsen dan kita semua termasuk produsen sampah yang berarti harus ikut serta bertanggung jawab” Tambah Elan.

Newsroom/Dian Ekawati

Bogor[:en]RUMAH ZAKAT ADAKAN PELATIHAN BIOPLASTIKBOGOR. Currently the use of plastics is increasingly widespread, not only in Bogor, but almost in all areas, even in the area of the village is very easy to get. This will certainly have an impact on the cleanliness of the environment that will pollute the rivers and waters.

One effort to reduce the use of plastic waste that is often used by home industry, then Rumah Zakat held training of making bioplastik by using cassava. The training was held at the homes of residents located in Nagrog village RT.002, RW 012, Pamoyanan Sub-District, Bogor Selatan District, Bogor.

The training aims to empower people to have skills, one of them by making bioplastik. “The results of this bioplastic will be used for food packaging produced by home industry, such as risoles, lemper and rolls,” said Elan Jaelani, Empowered Village Facilitator.

Food consumed by consumer remains safe because it is organic based. Thus, the disposable packaging of the food will quickly disintegrate. Unlike ordinary plastic that takes hundreds of years in the melting process.

“Hopefully with this innovation people can duplicate the use of bioplastics in order to reduce the use of plastic waste, especially in food industries, because waste is the responsibility of producers and we all include waste producers which means must take responsibility” Elan Added.

Newsroom/Dian Ekawati

Bogor[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia