[:ID]RUMAH ZAKAT BANTU PENGRAJIN TEMPE TRADISIONAL DI TIRTOMULYO[:en]RUMAH ZAKAT HELPS THE PRODUCTION OF TRADITIONAL TEMPE IN TIRTOMULYO[:]

[:ID]YOGYAKARTA. Penyaluran bantuan berupa kedelai super seberat 100 kg kepada Bapak Subandi selaku ketua KUBE(kelompok Usaha Bersama) di Dusun Jetis, Desa Tirtomulyo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha yang dirintis oleh member usaha binaan Rumah Zakat di Dusun Jetis adalah usaha tempe. Jumat (29/12).

Fasilitator Rumah Zakat, Sutikna Suraja melihat peluang dari usaha tempe yang diterapkan kepada member usaha binaan. “Dusun Jetis merupakan wilayah binaan Rumah Zakat. Usaha tempe menjadi pilihan usaha untuk komunitas usaha KUBE, jenis olahan makanan ini disukai oleh banyak orang dan cara pembuatannya pun tidak begitu sulit. Member dapat berinovasi dalam pembuatannya seperti sekarang memilih bahan baku yang berbeda untuk hasil terbaik yaitu dari kedelai lokal dan kedelai super,” tutur Sutikna.

Sutikna menambahkan, bahwa bulan lalu dirinya telah menyalurkan bantuan kedelai lokal sebagai uji coba bahan baku pembuatan tempe untuk diproduksi oleh kelompok usaha KUBE. “Kedelai lokal yang diberikan memang kalah bagus dengan kedelai impor dari hasil olahannya. Ini menjadi tantangan untuk menumbuhkan kualitas kedelai lokal, apakah kita mencoba menanam sendiri kedelai sehingga hasilnya bisa menyerupai kedelai impor setelah diolah menjadi tempe. Bila berhasil, maka menjadi peluang bagi Dusun Jetis sebagai penghasil kedelai dan tempe. Kami akan terus berupaya,” ungkapnya.

Bapak Subandi sebagai Ketua KUBE USAHA MANDIRI menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat yang mau membina komunitas dan masyarakat di Dusun Jetis. “Terima kasih Rumah Zakat, sudah peduli kepada masyarakat di Dusun Jetis. Membuat komunitas usaha dan meningkatkan usaha menambah pendapatan ekonomi warga, kami akan bersama-sama berjuang. Bantuan kedelai ini dan pelatihan kemasan semoga dapat meningkatkan penjualan,” tutur Subandi.

 

Newsroom/ Yadi Mulyadi
Yogyakarta[:en]YOGYAKARTA. The distribution of aid in the form of super soybeans weighing 100 kg to Mr. Subandi as chairman of KUBE (Joint Business Group) in Jetis Hamlet, Tirtomulyo Village, Kretek District, Bantul Regency, Yogyakarta. The effort that was pioneered by the members of Rumah Zakat Builder in Jetis Hamlet is tempe business. Friday (29/12).

Facilitator Rumah Zakat, Sutikna Suraja see the opportunity of tempe business applied to the member of the targeted business. “Hamlet Jetis is the area built Rumah Zakat. Tempe business becomes the business choice for KUBE business community, this kind of food process is favored by communty and the way of making it is not so difficult. Member can innovate in the manufacture as now choose different raw materials for the best results of local soybeans and super soybeans, “said Sutikna.

Sutikna added that last month he has distributed local soybean aid as a trial of raw material for making tempe to be produced by KUBE business group. “Local soybeans are given a good loss with imported soybeans from processed products. This is a challenge to grow the quality of local soybean, whether we try to plant soybean itself so that the result can resemble imported soybeans after processed into tempe. If successful, it becomes an opportunity for Jetis Hamlet as a producer of soybeans and tempe. We will continue to work, “he said.

Mr. Subandi as Chairman of KUBE BUSINESS MANDIRI convey his gratitude to Rumah Zakat who want to build community and community in Jetis Hamlet. “Thank you Rumah Zakat, already care for the people in Dusun Jetis. Creating a business community and increasing efforts to increase people’s economic income, we will fight together. This soybean aid and packaging training may increase sales, “said Subandi.

 

Newsroom / Yadi Mulyadi
Yogyakarta

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia