[:ID]RUMAH ZAKAT BERIKAN PELATIHAN KETERAMPILAN UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA[:en]PRODUCTIVE SKILL TRAINING FOR HUSEWIVES IN PODOSUGIH[:]

[:ID]PEKALONGAN. (05/10), bertempat di rumah Fatonah warga RT.04 RW.08 Kelurahan Podosugih, Rumah Zakat menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan untuk Ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam KUBE BERDIKARI yang di bentuk belum lama ini bersama Fasilitator Rumah Zakat untuk Program Desa Berdaya Podosugih.

“seorang istri dan murni Ibu Rumah Tangga harus memiliki ketrampilan yang dapat menghasilkan, karena kita tidak tahu kapan jatah tutup usia pasangan kita sehingga pelatihan keterampilan perlu dilakukan” Tutur, Mei Setioningsih, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat.

Pelatihan ini merupakan pelatihan perdana dan akan dijadikan agenda rutin 2 bulanan Kube Berdikari.

Fatonah (60 th) tuan rumah sekaligus pemateri dalam pelatihan ini membagikan pengalamannya dalam menggeluti usaha dalam memproduksi aneka rempeyek dan tempe keripik sejak berusia 16 tahun hingga sekarang, usahanya pun bisa dibilang sukes karena produknya sudah sampai sumatera dan kalimantan, bahkan sudah sampai Hongkong, para pesertapun sangat antusias menyimak pengalaman Fatonah. Selain itu para peserta pelatihan juga diajarkan keterampilan dalam rempeyek dan tempe keripik.

“Alhamdulillah saya bisa sedekah, sedekah ilmu meski hanya sedikit semoga bermanfaat” tutur Fatonah.

Newsroom/ Lailatul Istikhomah
Pekalongan[:en]PEKALONGAN. (05/10), housed in Fatonah residence RT.04 RW.08 Podosugih, Rumah Zakat organizes Skills Training for housewife who joined in KUBE BERDIKARI, which was formed recently by Rumah Zakat’s Facilitator for Podosugih Empowered Village.

“A housewife must have productive skills, because we do not know until when our partner alive, so that skills training needs to be done”  Said Mei Setioningsih, Facilitator of Rumah Zakat.

This training is the inaugural training and will become the regular agenda of KUB Berdikari.

Fatonah (60 years old) host and speaker in this training share his experience in cultivating business in producing various rempeyek and tempe chips since the age of 16 years until now, his business can be called sucess because the product has reached sumatera and kalimantan, even already to Hongkong, the participants are very enthusiastic about listening to Fatonah’s experience. In addition the trainees were also taught skills in making rempeyek and tempe chips.

“Alhamdulillah I can do charity through my knowledge though only a little hopefully useful” said Fatonah.

Newsroom / Lailatul Istikhomah

Pekalongan[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia