RZ PEKANBARU BANTU DIVO UNTUK SEMBUH DARI SAKITNYA

RZ PekanbaruPEKANBARU. Sakit adalah hal yang tidak bisa kita tolak, ditunda waktunya, dan dihindari. Salah satunya Divo, salah satu member Kilnik Pratama RBG RZ Pekanbaru yang berasal dari Batu Sangkar Provinsi Sumatra Barat. Ia sakit sejak Desember 2012 dan dari pihak keluarganya telah berusaha semaksimal mungkin mengobatinya. Namun kesembuhan belum berpihak kepadanya.

Hingga akhirnya Divo dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Pekanbaru pada penghujung tahun 2013. Kehidupan ekonomi keluarga Divo semakin hari semakin memburuk akibat biaya pengobatannya yang lumayan mahal, hingga terjual rumah dan mobilnya. Hingga tetangga Divo pun merekomendasikannya untuk berobat ke Klinik Pratama RBG RZ yang beralamat di Jl. Nenas No. 11 Sukajadi Pekanbaru.

Divo pun dibawa ke Klinik Pratama RBG RZ Pekanbaru, Ibu Divo pun menceritakan bahwa anaknya mengalami penyakit tumor mata atau oleh dokter disebut Retinoblastoma Bilateral. Klinik RBG RZ Pekanbaru kemudian mendaftarkan Divo ke BPJS. Dan Divo pun mulai melanjutkan pengobatannya di RSUD Arifin Achmad hingga sekarang.

Klinik RBG RZ Pekanbaru selalu mendampingi Divo dan keluarganya dalam proses pengobatan bahkan bantuannya disampaikan oleh donatur RZ kepada Divo. Sudah lebih dari 10 kali, RZ menyalurkan bantuan kepada keluarga Divo, berupa dana untuk biaya pengobatan yang tidak di tanggung oleh BPJS, bahkan ada juga donatur yang langsung mengunjungi Divo di kediamannya.

Kondisi Divo sekarang sudah sangat memprihatinkan, jika kemaren Divo tidak bisa melihat, masih ada telinga untuk mendengar, sekarang pendengaran Divo sudah menghilang, hanya tinggal suara dari mulut munggilnya. Bahkan jika Divo mengajak berbicara tidak ada balasan suara yang bisa dia dengarkan meskipun sang ibu telah membalas omongannya. Sang ibulah yang biasa disapa Nurhayati yang begitu tegar menemani detik-detik dalam hari-hari Divo.

Tak jarang Divo hampir 24 jam menempel di pundak sang ibu, bergadang di malam hari sudah menjadi hal yang wajar dan bahkan di luar rumah, karena Divo merasa panas/gerah di dalam rumah, meskipun sudah menggunakan kipas angin. Letih tubuh dan mengantuknya sang ibu yang kini mempunyai 5 orang anak ini serta dinginnya malam hari di luar rumah sudah tidak menjadi masalah buat sang ibu.

Tidak pernah marah dan tidak mengeluh, selalu tegar menjalani hari-harinya bersama putranya itu, tanpa ditemani sosok seorang suami 6 bulan terakhir ini. Meskipun harapan untuk sembuh sangatlah kecil sekali. Sang ibu selalu berharap akan ada keajaiban buat buah hatinya, dan dia yakin doa sang ibu tidak ada pembatasnya.***

Newsroom/ Fitri Yana
Pekanbaru

Tags :
Konfirmasi Donasi