SD JUARA KUNJUNGI MUSEUM

YOGYAKARTA. Museum menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi siswa sekolah dasar, karena melalui museum siswa dapat melihat atau bahkan menyentuh langsung benda-benda bersejarah, atau pun benda-benda yang jarang ditemui langsung oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Namun seringkali museum menjadi tempat yang tidak disukai anak-anak karena suasana yang sepi gelap bahkan cenderung menyeramkan.

Hal itulah yang mendorong Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Badan Musyawarah Museum DIY untuk menggelar ‘Festival Museum dan Pameran Museum’ . Event ini digelar untuk lebih memperkenalkan museum pada masyarakat maupun para wisatawan asing dan domestik.

Hal ini disambut baik oleh SD Juara Yogyakarta sebagai moment untuk memperkenalkan museum-museum yang ada di Indonesia terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta kepada para siswanya dengan menghadiri event ini Rabu (26/9). Dalam festival dan pameran ini, para siswa dapat melihat berbagai macam museum, antara lain museum batik, museum pendidikan, museum kayu, museum dirgantara, museum affandi dan lain-lan yang berada di Yogyakarta. Sedangkan dari luar DIY para siswa bisa melihat Museum Istiqlal dan Museum Lambung Mangkurat.

Banyak hal-hal menarik yang terjadi saat siswa mengunjungi tiap stand museum,  pada saat mengunjungi museum Pendidikan Indonesia misalnya, para siswa takjub melihat meja belajar kuno yang ada di display, selain itu para siswa juga berkesempatan mencoba alat  tulis sebelum populernya penggunaan kertas dan pensil alat  tulis seperti sabak dan grip. Saat mencobanya, para siswa berkata, “Seperti iPad ya bu?, “ mengomentari bentuk sabak yang mirip dengan salah satu merek komputer  tablet.

Di museum Istiqlal pun ada hal menarik saat anak-anak melihat koleksi Al Qur’an mulai dari Al Qur’an tertua sampai koleksi Al Qur’an terkecil di dunia. Para siswa berkomentar “Wah, aku nggak bisa baca kalo Al Qur’annya sebab kecil begini, “ tutur salah satu siswa. Mereka tidak bisa membaca tulisan yang kecil-kecil itu, walaupun sudah dibantu dengan kaca pembesar yang disediakan oleh museum.

“Pengalaman mengunjungi museum ini  menjadi pemantik kecintaan anak-anak pada museum sebagai sarana belajar yang menyenangkan. Karena gerakan revitalisasi museum saat ini telah mendorong agar museum bisa  menjadi tempat yang menyenangkan bagi siapapun yang mengunjunginya. Setiap kunjungan ke museum diharapkan menjadi kunjungan yang ditunggu-tunggu oleh para siswa, “ ungkap salah satu guru SD Juara***

Newsroom/Yulifia Kurnia Putri
Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia