[:ID]SEBERAPA SERING SEPRAI DAN BANTAL HARUS DICUCI?[:en]HOW OFTEN BEDSHEETS AND PILLOW COVERS MUST BE WASHED?[:]

[:ID]Seprai hendaknya diganti secara berkala agar tak jadi sarang bakteri dan kuman. Menurut ahli mikrobiologi Universitas New York, Philip Tierno, membiarkan debu, keringat, dan kotoran menumpuk selama dua pekan saja sudah cukup untuk membuat Anda menderita tenggorokan gatal atau tersendat. Terutama jika Anda menderita alergi.

Bagi mereka yang cenderung membiarkan alas tidurnya tidak berubah, perlu dicatat bahwa hal itu dapat membuat keringat dan kotoran meresap ke dalam bantal dan kasur. “Konsensus umum adalah bahwa kita semua harus mengganti seprai termasuk selimut dan sarung bantal sepekan sekali,” kata Tierno dikutip dari Huffington Post.

Namun Profesor Val Curtis dari London School of Hygiene & Tropical Medicine mengatakan dia tidak percaya membiarkan seprai dipakai beberapa pekan akan menyebabkan masalah kesehatan. Curtis menyarankan orang untuk mengganti seprai sekali sepekan karena alasan estetika.

Haruskah kita mencuci selimut juga? Menurut The Fine Bedding Company, selimut harus dicuci enam bulan sekali atau paling tidak mencucinya setahun sekali. Bakteri dan cairan tubuh menumpuk dalam kurun waktu singkat. Perusahaan berpendapat selimut dan piyama hanya bertindak sebagai garis pertahanan pertama melawan keringat.

Cara mencuci selimut akan tergantung pada dua hal yaitu jenis selimut dan seberapa besar mesin cuci Anda. secara umum, selimut yang diisi bulu alami tidak boleh dicuci dan dikeringkan di rumah, terlepas dari kapasitas atau kemampuan mesin Anda. Untuk selimut sintetis biasanya tak masalah dicuci di rumah.

Bagaimana dengan mencuci bantal? Yap, bantal juga harus dibersihkan. Sebuah studi pada 2005 menemukan bahwa setiap bantal memiliki empat hingga 16 spesies jamur berbeda yang hidup di dalamnya. Studi ini menganalisis spora jamur pada 10 bantal berbeda yang berusia antara 1,5 dan 20 tahun.

Peneliti utama Profesor Ashley Woodcock dari University of Manchestermengatakan bantal dihuni oleh tungau debu rumah yang memakan jamur. “Satu teori adalah bahwa jamur pada gilirannya menggunakan tungau-tungau debu rumah sebagai sumber utama nitrogen dan nutrisi. Karena itu mungkin ada ekosistem miniatur yang bekerja di dalam bantal,” jelasnya.

Direkomendasikan agar bantal dicuci lebih sering daripada selimut yaitu sekitar empat kali setahun atau setiap tiga bulan, menurut The Fine Bedding Company. Sebagian besar bantal yang diisi dengan serat sintetis dapat dicuci dengan mesin pada suhu 40 derajat celcius atau 60 celcius.

Akan tetapi sebelum mencuci periksa label perawatan terlebih dahulu. Bantal alami biasanya membutuhkan pembersihan profesional. Jika Anda tidak ingin mencucinya secara teratur, menambahkan pelindung bantal dapat memperpanjang kebutuhan untuk mencuci bantal dan ini dapat dicuci secara teratur serta mudah.

sumber: republika.co.id

 [:en]

The sheets should be changed periodically so they don’t become a den of bacteria and germs. According to University of New York microbiologist Philip Tierno, letting dust, sweat, and dirt accumulate for two weeks is enough to make you suffer from itch or choked throat, especially if you suffer from allergies.

For those who tend to leave their sleeping mattresses unchanged, it should be noted that it can make you sweat and dirt to seep into your pillows and mattresses. “The general consensus is that we all have to change the sheets including blankets and pillow covers once a week,” Tierno quoted in the Huffington Post.

But Professor Val Curtis from the London School of Hygiene & Tropical Medicine said he did not believe that leaving sheets to be worn for several weeks would cause health problems. Curtis advises people to change the sheets once a week for aesthetic reasons.

Should we wash the blankets too? According to The Fine Bedding Company, blankets must be washed every six months or at least wash them once a year. Bacteria and body fluids accumulate in a short period of time. The company believes blankets and pajamas only act as the first line of defense against sweat.

The way to wash blankets will depend on two things: the type of blanket and how big your washing machine is. In general, blankets filled with natural fur should not be washed and dried at home, regardless of the capacity or capabilities of your machine. For synthetic blankets it’s usually not a problem to wash at home.

How about washing the pillows? Yep, the pillow also needs to be washed and cleaned. A study in 2005 found that each pillow has four to 16 different species of fungus that lives in it. The study analyzed fungal spores on 10 different pillows aged between 1.5 and 20 years.

The main researcher Professor Ashley Woodcock of the University of Manchester said that pillows are inhabited by house dust mites that feed on mushrooms. “One theory is that molds in turn use house dust mites as the main source of nitrogen and nutrients. Therefore there may be a miniature ecosystem that works inside the pillow,” he explained.

It is recommended that pillows be washed more often than blankets, which is about four times a year or every three months. According to The Fine Bedding Company, most pillows are filled with synthetic fibers which can be machine washed at 40 degrees centigrade or 60 centigrade.

But before washing, check the care label first, natural pillows usually require professional cleaning. If you do not want to wash it regularly, adding a pillow protector can extend the need to wash the pillow and this can be washed regularly and easily.

source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia