SEDEKAH SAMPAH JADI SUMBER DANA KESEHATAN DI BERBAGAI DESA

RZ_sedekah sampah_Code_Jogja_8mei2013 (2)YOGYAKARTA. Gerakan Sedekah Sampah yang dibina oleh Rumah Zakat kini semakin meluas ke berbagai daerah di Jawa Tengah. Sejak dicetuskan pada 2011 hingga Selasa (14/5), gerakan peduli lingkungan yang dilakukan lewat pengelolaan sampah ini sudah menjadi salah satu sumber dana alternatif untuk masyarakat di Dusun Dhuku, Jambidan, Karet, Pleret, Kauman, Tamanan dan terakhir running di hunian tetap warga Merapi. Di Solo, Gerakan Sedekah Sampah sudah sampe ke Desa Makam Haji, dan Kartasura.

Gerakan yang sejak awal dirintis di wilayah binaan Rumah Zakat ini sudah mulai menyebar ke berbagai daerah. “Edukasi Gerakan Sedekah Sampah di beberap daerah sudah banyak dilakukan. Baru-baru ini tim gerakan Sedekah Sampah  berbagi ke Universitas Diponegoro, semarang,” ujar Ratna Kusuma, health program dept head Rumah Zakat Cabang Yogyakarta. Gerakan Sedekah Sampah berawal dari aktivitas manusia yang menghasilkan tumpukan sampah setiap harinya. Tempat Pembuangan Akhir pun sudah tidak mampu menampung timbunan sampah yang diproduksi manusia. “Meningkatnya timbunan sampah juga diperparah dengan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Padahal, dampak dari timbunan sampah sangat buruk bagi kesehatan kita,” tutur Ratna.

Selain sebagai gerakan pengelolaan lingkungan, Sedekah Samph juga digagas untuk menjadi sumber dana kesehatan masyarakat. “Sedekah Sampah digulirkan karena kami ingin ada kemandirian bidang kesehatan di masyarakat, khususnya warga binaan Rumah Zakat. Arahnya adalah sebagai inisiasi dana sehat warga. konsep teknisnya, sedekah sampah ini mengajarkan warga untuk peduli kesehatan lingkungan rumah dan sekitar mereka. Dari rumah yang sehat itu, dapat terbentuk dusun atau desa yang sehat nantinya,” papar Ratna. Sampah rumah tangga dipisahkan berdasarkan jenis-jenisnya. Sampah organik, non organik, botol, gelas, plastik, atau kertas dipisahkan. Semua bergantung jenis sampah yang diproduksi di rumah. Sampah plastik dibersihkan sebelum dikumpulkan ke Tempat Pengumpulan Sedekah Sampah (TPSS). Pengumpulan sampah dilaksanakan sesuai dengan kapasistas sampah tiap dusun. Seperti layaknya berkebun, pengumpulan sampah disebut panen sampah. Uang hasil panen sampah inilah yang  menjadi dana sehat warga.

“Dana ini digunakan sebagai tambahan dana untuk makanan tambahan untuk balita dalam kegiatan posyandu dusun, kebun gizi dusun,  juga dijadikan dana bantuan kesehatan untuk warga yang kurang mampu,” ujar Zainuri kepala dusun Duku Jambidan, salah satu desa binaan Rumah Zakat dalah Gerakan Sedekah Sampah.*** Newsroom/Linda Handayani Yogyakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi