SEMANGAT BELAJAR MENGAJI DI TENGAH KETERBATASAN

PALEMBANG. Penglihatan merupakan anugerah yang sangat berharga bagi manusia. Dengan penglihatan, kita bisa melakukan segala aktivitas tanpa batas, termasuk dalam melaksanakan ibadah. Berbeda dengan Nyai Rasimah (60) warga Jalan Kejawen, Kecamatan Kemuning, Palembang, kedua matanya tidak bisa berfungsi dengan sempurna, hanya mata sebelah kirinya saja yang bisa digunakan, itupun sudah tidak terlalu jelas penglihatannya.

Di tengah keterbatasannya melihat menggunakan satu mata, Rasimah tetap bersemangat dalam beribadahnya, terutama dalam mempelajari Al-quran. Kondisi tersebut membuatnya harus belajar ekstra keras untuk bisa mengaji dengan baik.

Rasimah belajar mengaji sudah sekitar dua bulan yang lalu. Saat ini ia sudah masuk huruf terakhir dari huruf hijaiyah. Rasimah yang sehari-harinya berjualan kue dan nasi uduk ini tinggal bersama suaminya yang juga tak jauh berbeda usia dengannya.

Awalnya Rasimah malu untuk belajar mengaji, karena diusianya yang sudah paruh baya belum bisa membaca Al-quran, sedangkan yang lainnya sudah bisa membaca Al-quran.

“Awalnyo malu nak belajar kareno yang lain sudah Al-Qur’an galo, tapi kato Ibu RT, jangan malu kalu nak belajar, jadi nyai beguyur bae belajar ngaji,” ungkap Rasimah.

Newsroom/Wanda Yulianto

Palembang

Tags :
Konfirmasi Donasi