SEMANGAT SISWA JUARA MENUNTUT ILMU

RZ_fahmi dan hasnaCIMAHI. Semangat bisa mengalahkan kelemahan, itulah kira-kira kata untuk menggambarkan 2 bocah. Kedua anak ini tentu saja siswa SMP Juara yang terkenal berjiwa juara. Tidak ada seorangpun yang menyukai terlambat. Setiap orang akan berusaha agar dalam berlalu-lintas cepat sampai ke tujuan. Namun, tentu saja tidak setiap kondisi berlalu lintas, kita dapat mengendalikannya. Terkadang ada kondisi yang diluar kontrol sehingga menyebabkan kita terlambat.

Sosok siswa SMP Juara yang bergelut dengan kondisi lalu lintas tiap pagi ini adalah Fahmi, siswa kelas VIII yang berpostur subur itu ternyata luarbiasa. Di Gedebage dia diturunkan angkot, dan ongkosnya tidak dikembalikan. Karena ongkosnya pas-pasan, ia lalu berjalan kaki dari Gedebage ke sekolah. Akibatnya ia jadi terlambat, namun yang disalutkan adalah semangat bajanya yang terus ingin sampai ke sekolah. Ia sampai di sekolahnya kira-kira pukul 08.00 WIB, padahal biasanya sampai di sekolah pukul 06.30 WIB pagi.

Kisah lainnya dialami Hasna, siswi kelas VIII tinggal di Tanjungsari. Jarak yang cukup jauh ke Panyileukan.Pada suatu hari teaptnya di hari Senin, Hasna terlambat tiba di sekolah pukul 08.30 WIB. Ternyata ada truk yang terguling di jalan, hingga mengakibatkan arus kemacetan panjang di jalur Sumedang-Cileunyi. Akhirnya Hasna memutuskan jalan dari Tanjungsari ke Jatinangor, lalu baru naik angkot ke sekolah. Tentu bisa saja mereka pulang ke rumah lagi, jika mereka tidak bersemangat untuk menuntut ilmu. Namun, mereka memutuskan untuk tetap ke sekolah. Tidak ada kata terlambat untuk tetap belajar di sekolah.*** Newsroom/Malahayati Cimahi

Tags :
Konfirmasi Donasi