[:ID]SEPATU ANAK NUSANTARA BANTU SEMANGAT SEKOLAH ANAK DI WILAYAH PERBATASAN NEGERI[:en]NEWS SHOES FOR STUDENTS IN ENTIKONG, THE OUTERMOST REGION OF INDONESIA[:]

[:ID]KALIMANTAN. Entikong merupakan daerah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Terletak di Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, kecamatan yang dihuni oleh penduduk asli yang bersuku dayak ini, masih perlu pemberdayaan salah satunya di sektor pendidikan.

Rumah Zakat melalui kegiatan Social Expedition yang bekerjasama dengan Youcan Indonesia memberikan bantuan sepatu sekolah untuk siswa-siswi SDN 13 Puntikayan, Dusun Puntikayan, Kec. Entikong Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.Terdapat 63 orang siswa di sekolah ini, yang terbagi di 4 ruangan kelas. Dua kelas diantaranya dipisahkan menggunakan lemari sebagi pembatas ruang kelas. Kelas 1 dan kelas 2 serta kelas 3 dan 4 berada dalam ruangan yang sama.

Tak hanya itu, di sekolah ini masih banyak siswa yang menggunakan sandal ke sekolah. Beberapa diantara siswa yang menggunakan sepatu pun sudah dalam keadaan tidak layak pakai.

“Saya sehari-hari tidak pakai sepatu ke sekolah, karena sepatu rusak. Saya gunakan sepatu sampai kelas 3 saja”, ujar Petrus Revaldo siswa kelas 5.

Oleh karena itu anak – anak di Sekolah ini begitu senang ketika menerima sepatu baru dan semakin semangat untuk sekolah.

“Sehari-hari pakai sepatu, tapi sudah kombet (rusak). Saya senang dapat sepatu baru. Terima kasih kepada mereka (donatur), supaya mereka selalu dilindungi Tuhan yang Maha Esa”, ujar Marcelus (9thn) siswa kelas 4.

Newsroom
Izzatul Yazid / Lailatul Istikhomah[:en]KALIMANTAN. Entikong is Indonesia’s outermost region bordering on Sarawak, Malaysia, located in Sanggau Regency, West Kalimantan, a district inhabited by native Dayak tribes which still need to empower one of them in the education sector.

Rumah Zakat through Social Expedition activities in cooperation with Youcan Indonesia provides school shoes assistance for students of SDN 13 Puntikayan, Puntikayan Village, Entikong District Sanggau Regency, West Kalimantan. There are 63 students in this school, divided into 4 classrooms. Two classes are separated using cabinets as a classroom divider. Class 1 and Class 2 and Class 3 and 4 are in the same room.

Not only have that, many students use sandals to school. Some of the students use broken shoes.

“I do not wear everyday shoes to school, because my shoes are broken. I use shoes up to grade 3 only “, says Peter Revaldo 5th grade students.

Therefore the children in this School are so happy when they receive new shoes and are more excited for school.

“Everyday wear shoes, but it’s a broken. I love to have new shoes. Thanks to them (donators) so that they will always be protected by God Almighty, “said Marcelus (9th) 4th grade student.

Newsroom
Izzatul Yazid / Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia