[:ID]SETELAH 5 HARI MENEMPUH PERJALANAN, 5 TRUK BANTUAN LOGISTIK RUMAH ZAKAT TIBA DI PALU[:en]AFTER 5 DAYS HAVING THE TRIP, 5 TRUCKS LOGISTICS AID ARRIVED AT PALU[:]

[:ID]PALU. Setelah 5 hari perjalanan menuju Palu, lima truck pengangkut logistik yang terdiri dari 50.000 paket superqurban, sembako dan kebutuhan logistik lainnya dari Tanjung Perak Surabaya akhirnya tiba di Palu sekitar Minggu siang waktu setempat (13:00 WITA).

Lima truck bantuan logistik yang di berangkatkan dari Jakarta-Bandung ini secara resmi di lepaskan oleh CEO Rumah Zakat, Nur Effendi pada Rabu siang (11:00 WIB) bersama beberapa jajaran petinggi Pelindo tiga di Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya dengan menggunakan kapal Mutiara Pelindo 1.

Namun baru bisa berangkat jam 11 malam di karenakan kendala cuaca. Perjalanan laut dari Tanjung Perak menuju pelabuhan Balikpapan (Semayang) menghabiskan waktu 36 jam lebih dan tiba pada pukul 11 siang dan baru bisa bersendar sekitar pukul 19:00 WITA karenakan keterlambatan administrasi.

Setibanya di Semayang tim bantuan logistik Rumah Zakat berjumlah 5 truck langsung bergegas menuju pelabuhan berikutnya yaitu Pelabuhan Balikpapan Karingau) menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Lalu pada pukul 09:00 WITA kapal KM Laskar Pelangi yang mengangkut bantuan logistik di berangkatkan lagi menuju Mamuju dengan waktu tempuh sekitar 14 jam.

Setelah 3 hari menempuh jalur laut. Bantuan logistik Rumah Zakat tiba di Mamuju pada Sabtu siang pukul 11:00 WITA yang dilanjutkan perjalanan darat. Namun mengingat kondisi yang belum bisa diprediksi, tim berinisitaif untuk beristirahat sekenak di posko kepolisian Batang Kayu pada pukul 01:00 WITA. Esok harinya tim Logistik melanjukan perjalanan ke palu dengan pengawalan 4 anggota Brimop bersenjata lengkap.

“Alhamdulilah, bantuan logistik yang kami bawa akhirnya tiba di Palu pada Minggu siang, tepatnya di Masjid Jabal Nur, Jl. Padanjakaya Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga – Kota Palu yang merupakan lokasi posko Rumah Zakat. Namun, prosess penurunan logistik baru bisa dilaksanakan pada malam harinya,” ujar relawan Rumah Zakat, Sunardi.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]After 5 days of traveling to Palu, five logistic trucks consisting of 50,000 superqurban packages, basic necessities and other logistical needs from Tanjung Perak Surabaya finally arrived in Palu around Sunday afternoon local time (1:00 p.m.).

Five logistics aid trucks which were departed from Jakarta-Bandung were officially released by the CEO of Rumah Zakat, Nur Effendi on Wednesday afternoon (11:00 WIB) along with a number of Pelindo three officials at TanjuNG Perak Port in Surabaya using the Mutiara Pelindo 1 vessel but it can only depart at 11pm due to weather constraints.

The sea trip from Tanjung Perak to the port of Balikpapan (Semayang) spends over 36 hours and arrives at 11 pm and can only be delayed around 19:00 WITA due to administrative delays.

Upon arrival at Semayang, the logistical assistance team immediately rushed to the next port, namely the Balikpapan Karingau Port, which took about 2 hours. Then at 09:00 WITA the KM Laskar Pelangi ship carrying logistical assistance departed again to Mamuju with a travel time of around 14 hours.

After 3 days taking the sea route, logistics assistance arrived in Mamuju on Saturday afternoon at 11:00 WITA which continued on land. But given the unpredictable conditions, the team had the initiative to rest for a moment at the Batang Kayu police post at 1:00 a.m. The next day the Logistics team continued its journey to Palu with the escort of 4 heavily armed Brimop members.

“Thank God, the logistical assistance that we brought finally arrived in Palu on Sunday afternoon, precisely at the Jabal Nur Mosque, Padanjakaya Street, Pengawu Village, Tatanga District – Palu City which is the location of Rumah Zakat post. However, the logistics reduction process can only be carried out at night, “said Rumah Zakat volunteer, Sunardi.

Newsroom

Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia